Serahkan Rekomendasi ke Gubernur, DPRD Buru Minta Gunung Botak Dikelola Legal

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:34 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON,HEADLINETIMUR.COM  – Sebagai wujud komitmen nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat dan masa depan daerah, Pimpinan serta Anggota DPRD Kabupaten Buru menggelar audiensi dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, pada Kamis (4/6/2026).

Pertemuan ini bertujuan untuk menyerahkan langsung dokumen rekomendasi DPRD terkait pengelolaan kawasan tambang emas Gunung Botak.

Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh persoalan lingkungan, dampak sosial, hingga potensi ekonomi dari aktivitas pertambangan di Gunung Botak mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku.

Rekomendasi yang diserahkan tersebut merupakan kristalisasi dari hasil pembahasan intensif, peninjauan lapangan, serta serapan aspirasi berbagai elemen masyarakat.

Ketua DPRD Kabupaten Buru, Bambang Langlang Buana, menegaskan bahwa tata kelola tambang emas Gunung Botak sudah saatnya dilakukan secara terukur, legal, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal.

“Selain memacu pertumbuhan ekonomi, pengelolaan tambang wajib memprioritaskan aspek keselamatan kerja, kelestarian lingkungan hidup, serta menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Buru,” ujar Bambang.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kabupaten Buru berharap Pemprov Maluku dapat menjembatani koordinasi yang lebih kuat dengan Pemerintah Pusat. Langkah ini dinilai krusial agar sengkarut Gunung Botak segera mendapatkan solusi yang komprehensif dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Satu Pasien Balita Gizi Buruk di RSUD Bula Meninggal Dunia

“Pasalnya, isu Gunung Botak bukan lagi sekadar dinamika lokal, melainkan persoalan strategis yang membutuhkan kebijakan tepat demi kepentingan daerah dan negara,”ujar Bambang.

Audiensi ini sekaligus mencerminkan keseriusan DPRD Kabupaten Buru dalam menjalankan fungsi representasinya. Di tengah dinamika yang telah berlangsung bertahun-tahun di kawasan tersebut, DPRD terus konsisten mengupayakan jalan keluar melalui jalur konstitusional dan dialog antarlembaga. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Penumpang Longboat yang Mati Mesin di Perairan Aru
Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan
Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:34 WIT

Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Penumpang Longboat yang Mati Mesin di Perairan Aru

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 18:23 WIT

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT