Kisah Haru Clarise Franciska Lalineka, Dari KIP Kuliah Unpatti Menuju Mimpi S2

- Penulis

Jumat, 24 April 2026 - 17:23 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Perjalanan penuh perjuangan seorang mahasiswa penerima KIP Kuliah Universitas Pattimura (Unpatti) membuahkan hasil membanggakan.

Clarise Franciska Lalineka, S.P., lulusan Fakultas Pertanian, berhasil menyelesaikan studi sarjana dalam waktu 3,5 tahun dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna.

Tak hanya lulus dengan predikat terbaik, Clarise juga mendapat kejutan istimewa berupa kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister (S2) melalui dukungan langsung dari Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, S.H., M.H.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prestasi Clarisse menjadi sorotan utama dalam prosesi wisuda periode pada Kamis, 23 April 2026

Di tengah suasana khidmat dan haru, Eddy Soeparno yang hadir memberikan orasi secara langsung menyampaikan komitmennya untuk mendukung pendidikan Clarise lebih lanjut.

“Saya ingin menyampaikan pesan khusus kepada Ananda Clarise Franciska Lalineka yang lulus hari ini dengan IPK sempurna. Jika nanti ingin melanjutkan ke S2, saya akan perjuangkan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). Namun, jika KIP tidak didapat, maka biaya studi S2-nya akan menjadi tanggung jawab saya pribadi sebagai Wakil Ketua MPR RI,” tegas Eddy di hadapan Rektor dan seluruh wisudawan.

Baca Juga :  Unpatti Dukung Pengembangan Sekolah Laboratorium Terintegrasi PAUD hingga SMA

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan riuh dan tangis haru, terutama dari kedua orang tua Clarise yang hadir di lokasi.

Perjuangan Melawan Keterbatasan

Perjalanan Clarise menuju podium wisuda tidaklah instan. Ia mengisahkan, di awal perkuliahan ia sempat merasa putus asa saat dihadapkan pada kewajiban membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp3 juta, sementara pengumuman KIP Kuliah belum keluar.

“Waktu itu saya sempat menangis karena merasa jumlah tersebut sangat besar bagi kami. Papa hanya seorang buruh. Namun, orang tua tetap mendorong saya untuk lanjut dengan keyakinan bahwa pasti ada jalan,” ungkap Clarise dengan mata berkaca-kaca.

Keyakinan itu berbuah manis saat namanya dinyatakan lolos sebagai penerima KIP Kuliah.

Sejak saat itu, ia mengandalkan bantuan beasiswa yang mencakup biaya pendidikan serta bantuan biaya hidup sebesar Rp5,7 juta per semester untuk bertahan hingga lulus di semester tujuh tanpa membebani orang tuanya.

Baca Juga :  Unpatti Dorong Mahasiswa Manfaatkan Peluang Karier Melalui Rekrutmen PT Hasrat Abadi

Meski hidup dalam keterbatasan, Clarise tidak sekadar mengejar nilai akademik. Ia aktif dalam penelitian bersama dosen dan dipercaya menjabat sebagai Ketua Inkubator Bisnis Mahasiswa.

Di bawah kepemimpinannya, tim mahasiswa berhasil meraih pendanaan usaha sebesar Rp50 juta dari program pemerintah.

Mendapat tawaran beasiswa S2 adalah hal yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Keinginan lanjut S2 itu ada, tapi saya sadar kondisi ekonomi. Untuk S1 saja saya harus berjuang lewat beasiswa. Ini benar-benar jawaban atas doa dan usaha yang sungguh-sungguh,” tuturnya.

Clarise menitipkan pesan motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya, terutama mereka yang memiliki latar belakang ekonomi serupa.

“Percayalah pada diri sendiri dan jangan mudah menyerah. Keterbatasan ekonomi bukan penghalang. Teruslah berusaha, karena dukungan orang tua dan doa adalah kunci utama dalam setiap proses yang kita jalani,” pungkasnya.

Kisah Clarise menjadi bukti nyata bahwa program KIP Kuliah mampu membuka pintu bagi anak bangsa untuk berprestasi setinggi mungkin, membawa harapan baru bagi masa depan pendidikan di Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Ambon Gelar Bimtek Evaluasi Rapor, Wali Kota Targetkan Predikat Tuntas Madya
Gandeng 10 Sekolah, Yayasan Rumah Generasi dan SMPN 19 Ambon Perkuat Ekosistem Inklusif
Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
Penghargaan Pendidikan Maluku Jangan Sekadar Seremoni
Forum Peduli SBB Kirim Satu Truk Bantuan untuk Korban Konflik Patahuwe-Lisabata
Pendekatan Humanis, Kapolres SBB Perkuat Sinergi Bersama Eks Napiter
Kafe Ujung JMP Salurkan 1 Ton Beras untuk Korban Bentrok Taniwel

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:52 WIT

Disdik Ambon Gelar Bimtek Evaluasi Rapor, Wali Kota Targetkan Predikat Tuntas Madya

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIT

Gandeng 10 Sekolah, Yayasan Rumah Generasi dan SMPN 19 Ambon Perkuat Ekosistem Inklusif

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Minggu, 20 September 2026 - 13:28 WIT

Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Sabtu, 19 September 2026 - 15:53 WIT

Penghargaan Pendidikan Maluku Jangan Sekadar Seremoni

Berita Terbaru

Ilustrasi tinggi muka laut di Indonesia mengalami kenaikan. Foto: dsda.jakarta.go.id/Hadua

Lingkungan

49 Ribu Warga Maluku Terdampak Kenaikan Air Laut

Senin, 28 Sep 2026 - 17:08 WIT

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT