Wagub Dorong Sinergi OJK Perkuat Inklusi dan Stabilitas Keuangan Daerah

- Penulis

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:07 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menegaskan pentingnya sinergi antara Pemerintah Provinsi Maluku dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kolaborasi ini krusial untuk memperkuat literasi, inklusi, serta stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah kepulauan tersebut.

Hal itu disampaikan Wagub saat menghadiri pengukuhan Kepala OJK Provinsi Maluku di Aula Kantor Perwakilan OJK Provinsi Maluku, Karpan, Ambon, Senin (18/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Vanath mengapresiasi mantan Kepala OJK Maluku, Andi Muhammad Yusuf, atas dedikasi dan kontribusinya selama bertugas. Salah satu capaian pentingnya adalah mengawal proses Kelompok Usaha Bank (KUB) BPD Maluku-Maluku Utara.

Baca Juga :  Tak Lama Lagi, Tambang Gunung Botak Dikelola secara Legal

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Andi Muhammad Yusuf atas dedikasinya selama ini. Catatan penting bagi kami adalah pengawalan proses KUB BPD Maluku-Malut, yang menjadi langkah krusial bagi stabilitas perbankan daerah,” ujar Vanath.

Ia juga mengucapkan selamat datang kepada Kepala OJK Maluku yang baru, Haramain Billady, yang sebelumnya bertugas di OJK Purwokerto.

“Kami menantikan sinergi yang kuat antara OJK dan Pemerintah Provinsi Maluku untuk terus mendorong literasi dan inklusi keuangan, serta menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di Bumi Raja-Raja ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Laris Manis, 254 Produk Lapas Piru Ludes Terjual di Bazar UMKM Pemasyarakatan Maluku

Vanath mengungkapkan bahwa di tengah dinamika ekonomi global, perekonomian Maluku pada awal tahun 2026 menunjukkan ketahanan positif dengan pertumbuhan mencapai 5,16 persen.

Pertumbuhan ini turut disokong oleh sektor jasa keuangan yang tumbuh progresif sebesar 9,02 persen, sementara inflasi tetap terkendali di angka 3,13 persen.

Meski demikian, tantangan geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar, terutama dalam memperluas akses layanan keuangan digital.

“Tantangan geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan menjadikan akses layanan keuangan digital sebagai tantangan sekaligus peluang besar,” jelas Vanath. (HT-01)

 

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah
Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS
Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah
Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara
Pabrik Kelapa dan Pala Malteng Dibangun Oktober, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja
Ekspor Maluku Januari-Juli 2026 Capai Rp591,84 Miliar, Didominasi Nonmigas
Maluku Raih Financial Literacy Award 2026, Wagub Terima Penghargaan dari OJK

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Kamis, 24 September 2026 - 13:52 WIT

Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 19:02 WIT

Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS

Rabu, 16 September 2026 - 17:01 WIT

Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah

Rabu, 16 September 2026 - 16:15 WIT

Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT