Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Seorang nelayan bernama La Sandi (40), warga Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, dilaporkan hilang saat melaut di perairan Laut Seram sejak Senin (25/5/2026). Hingga Kamis (28/5/2026), korban sudah empat hari belum kembali ke rumah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya bertolak dari pantai Desa Kawa menggunakan perahu speedboat fiber.

Ia diketahui menuju ke Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 di Laut Seram, yang merupakan kawasan rumpon laut dalam, untuk memancing ikan pelagis seperti tuna, cakalang, dan komu.

Sadar korban tak kunjung pulang, aksi cepat tanggap segera dilakukan oleh warga setempat. Dengan modal kebersamaan, kelompok nelayan Desa Kawa langsung mengerahkan 5 unit perahu (bodi) fiberglass untuk melakukan penyisiran ke titik rumpon laut dalam di perairan Laut Seram Barat.

Baca Juga :  Laka Laut di Wermaktian Tanimbar: 13 Selamat, Satu Korban Meninggal Ditemukan

Namun, hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian mandiri tersebut belum membuahkan hasil.

Keluara mengimbau, bagi pihak-pihak terkait atau masyarakat yang memiliki akses langsung ke Kantor Tim SAR / Basarnas, diharapkan dapat segera meneruskan informasi ini agar bantuan evakuasi dan pencarian resmi bisa secepatnya dikerahkan. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan
Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:13 WIT

Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 18:23 WIT

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru

Ilustrasi tinggi muka laut di Indonesia mengalami kenaikan. Foto: dsda.jakarta.go.id/Hadua

Lingkungan

49 Ribu Warga Maluku Terdampak Kenaikan Air Laut

Senin, 28 Sep 2026 - 17:08 WIT

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT