Prabowo Minta Maaf Batal Hadiri Groundbreaking Blok Masela, Janji Segera Kunjungi Maluku

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

Presiden RI Prabowo Subianto dalam acara Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Dok. Sekretariat Presiden)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Presiden Prabowo Subianto batal menghadiri langsung peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan fisik proyek LNG Abadi Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).

Melalui sambungan virtual dari Istana Merdeka, Jakarta, Presiden menyampaikan permohonan maafnya karena harus menyelesaikan sejumlah agenda mendesak di ibu kota. Meski demikian, ia berjanji akan segera mengunjungi Maluku dalam waktu dekat.

“Saya minta maaf. Tadinya saya ingin hadir langsung, tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa ditinggalkan di pusat, terpaksa saya hadir melalui video conference ini tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo.

Prabowo mengaku merasa memiliki “utang” kepada masyarakat Maluku, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, karena belum sempat berkunjung secara langsung.

“Tentunya ini merupakan utang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut. Insyaallah saya akan melunasi utang tersebut dalam waktu yang tidak lama lagi,” lanjutnya.

Dalam sambutannya, Kepala Negara menegaskan bahwa dimulainya pembangunan proyek LNG Abadi Masela merupakan momen bersejarah yang sangat penting bagi pembangunan bangsa. Apalagi, realisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) ini telah dinantikan selama puluhan tahun.

Sebagai informasi, Blok Masela merupakan proyek ladang gas alam raksasa di Laut Arafura yang menelan nilai investasi sekitar Rp342 triliun. Terletak sekitar 155 kilometer barat daya Saumlaki, proyek ini ditargetkan mulai berproduksi pada tahun 2029 dan berpotensi menyerap hingga 12.600 tenaga kerja.

Baca Juga :  Banda Baru–Sepa Punya Potensi 60 MW, Bupati Malteng Minta Perhatian Serius Kementerian ESDM

Pengembangan proyek ini dikelola oleh konsorsium yang melibatkan INPEX Masela, Pertamina Hulu Energi Masela, dan Petronas Masela. Blok Masela diproyeksikan mampu menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), 150 MMSCFD gas pipa, serta 35.000 barel kondensat per hari.

Pemerintah menerapkan skema alokasi berimbang untuk hasil produksi, yakni 60 persen untuk pasar ekspor dan 40 persen demi memenuhi kebutuhan domestik. Proyek skala besar ini dirancang untuk memicu kebangkitan ekonomi di kawasan timur Indonesia, sekaligus memberikan hak kelola participating interest (PI) sebesar 10 persen kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Kamis, 24 September 2026 - 11:51 WIT

KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT