BULA, HEADLINETIMUR.COM — Di tengah gelora peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, warga di kawasan perbukitan Gunung Bati, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, masih harus berjuang mendapatkan hak paling mendasar: akses air bersih.
Kemarau panjang menyebabkan seluruh sumber air permukaan, sungai, sumur galian, hingga fasilitas Pamsimas di kawasan tersebut kering total.
Memaknai kemerdekaan dengan kerja nyata dan aksi kemanusiaan, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena, bergerak cepat menghadirkan “kemerdekaan air” bagi masyarakat terdampak. Langkah ini menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah krisis kehidupan rakyat pelosok.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan verifikasi Tim Survei Lapangan Darurat Air (SLDA) pada 9 Agustus 2026, krisis air sempat melumpuhkan aktivitas warga di Dusun Bati Rumoga dan Dusun Bati Rumbouw.
Di Bati Rumoga, warga harus berjalan kaki sejauh 2 kilometer menuju rembesan sungai. Sementara itu, warga Bati Rumbouw harus menempuh rute terjal sejauh 3 kilometer demi mencapai mata air Al Kai.
Merespons penderitaan warga menjelang Hari Kemerdekaan, Alimudin memobilisasi tim relawan lokal untuk menyalurkan bantuan tanggap darurat air bersih.
Perwakilan tim penyalur lapangan, Ishak R. Boufakar, mengungkapkan aksi kemanusiaan ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 12–14 Agustus 2026.
“Pasokan air ini berasal langsung dari Anggota DPR RI, Bang Alimudin Kolatlena. Begitu menerima laporan krisis di Bati, beliau menginstruksikan tim untuk bergerak cepat menembus rute terisolasi,” ujar Ishak.

Sebanyak 15.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan 10 armada pengangkut khusus menuju penampungan umum, masjid dusun, serta tandon milik warga. Pasokan darurat ini memastikan warga Bati dapat menikmati air bersih di pekan kemerdekaan.
Dorong Solusi Permanen Bersama BNPB dan Pemda
Bagi Alimudin, mengisi kemerdekaan juga berarti memberikan kepastian masa depan melalui solusi berkelanjutan. Melalui utusan khususnya, Abdul Rohim Keldor, Alimudin mengawal langsung kedatangan Tim Verifikasi Lapangan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke lokasi pada Sabtu (15/8/2026).
Tim BNPB yang dipimpin Plt. Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Rizwandi, bersama Kolonel Hendri hadir didampingi Kepala BPBD SBT Muhammad Bahrum Weulartafela serta utusan Bupati SBT, Hasan Day.

Di Bati Rumoga dan Bati Rumbouw, tim gabungan pusat, daerah, serta utusan DPR RI menggelar dialog langsung dengan warga dan menginspeksi kondisi geografis setempat.
Dari hasil peninjauan tersebut, disepakati langkah konkret jangka panjang berupa pembuat sumur bor dalam. Program ini akan disokong bersama oleh Pemerintah Daerah SBT dan Pemerintah Pusat guna menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan, sekaligus memastikan warga Gunung Bati merdeka dari krisis air di masa depan. (*/HT-01)








