BULA, HEADLINETIMUR.COM – Dompet Dhuafa terus aktif memberikan bantuan pembangunan dan renovasi fasilitas wudhu di berbagai wilayah Indonesia. Di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tepatnya di Desa Namalean, Kecamatan Pulau Gorom, Dompet Dhuafa menyalurkan bantuan berupa pembangunan tempat wudhu dan toile masjid.
Program ini terlaksana melalui kemitraan strategis dan alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Alfabe Anugera Abadi, di mana Dompet Dhuafa bertindak sebagai mitra pengelola program untuk kemaslahatan umat.
Staf Program Channeling Dompet Dhuafa Maluku, Ilman Syahwi Rumata, menyampaikan bahwa bantuan ini ditujukan untuk memperluas jangkauan manfaat kebaikan, khususnya dengan memperbaiki fasilitas tempat wudhu dan toilet Masjid Najamul Huda yang sebelumnya dalam kondisi rusak.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Masjid Najamul Huda Desa Namalean mendapat bantuan pembangunan tempat wudhu dan toilet dari Dompet Dhuafa. Saya turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan ini,” ujar Ilman, Jumat (28/8/2026).
Ia berharap bantuan tersebut tidak dilihat dari besar atau kecil nilainya, melainkan dari manfaat yang dihadirkan bagi jemaah dan warga sekitar.
“Bantuan ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ibadah jemaah agar lebih tenang, serta menyediakan fasilitas yang sehat, nyaman, dan aman,” tambahnya. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada awal September 2026.

Imam Masjid Najamul Huda, Hamid Tianotak, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepedulian yang diberikan. “Kami sangat menghargai kepercayaan Dompet Dhuafa yang telah menghadirkan fasilitas penunjang bagi masjid kami,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ketua Pembangunan Masjid Najamul Huda, Asis Tianotak. Ia mengungkapkan bahwa selama ini masjid tersebut belum memiliki tempat wudhu yang memadai, serta toiletnya sudah rusak dan tidak dapat digunakan.
“Kami sangat bersyukur. Selama ini warga dan jemaah memang membutuhkan tempat wudhu yang layak dan toilet yang berfungsi dengan baik,” kata Asis.
Ia meyakini proses pekerjaan akan selesai tepat waktu berkat gotong royong dan antusiasme warga Desa Namalean. “Insyaallah target kami bulan September 2026 pekerjaan selesai, karena jemaah dan warga sekitar bekerja sama dengan penuh semangat,” tutupnya. (HT-01)








