Hilang Tiga Hari, Nelayan Buru Ditemukan Meninggal 56 Mil dari Lokasi Awal

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NAMLEA, HEADLINETIMUR.COM – Memasuki hari ketiga Operasi Search and Rescue (SAR), Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan nelayan asal Desa Nametek, Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (28/8/2026).

Koordinator Pos SAR Namlea, Mesak Sainyakit, menyampaikan bahwa sejak pagi Tim Gabungan kembali dikerahkan menggunakan speedboat Dinas Kesehatan Namlea dan longboat milik masyarakat. Tim bergerak menuju beberapa titik koordinat yang telah ditentukan untuk menyisir area pencarian.

“Sekitar pukul 12.22 WIT, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan setempat di sekitar Perairan Desa Wamlana pada pukul 09.00 WIT. Lokasi penemuan berjarak sekitar 56,04 mil laut (nautical mile) ke arah barat dari lokasi kejadian,” ujar Mesak.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju Desa Nametek untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Sebelumnya, korban yang diketahui bernama Abdul Rachman (53) berangkat melaut menuju Perairan Pulau Manipa, Kabupaten Seram Bagian Barat, pada Senin (24/8) sekitar pukul 17.05 WIT.

Pihak keluarga mulai curiga karena hingga Selasa (25/8) malam korban tak kunjung kembali ke rumah. Informasi mengenai kondisi membahayakan jiwa manusia ini kemudian dilaporkan ke Pos SAR Namlea untuk memohon bantuan pencarian.

Baca Juga :  Dua Tahun Jalan Lumpuh Akibat Longsor, Warga Oma-Wassu Turun Tangan

Pencarian yang dilakukan pada hari pertama dan kedua sempat nihil, hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pada hari ketiga Operasi SAR.

Unsur SAR yang terlibat operasi pencarian yakni Pos SAR Namlea, TNI AL, Polairud Polda Maluku, Dinas Kesehatan Namlea, pihak keluarga korban, serta masyarakat setempat. Alat yang digubakan ialah speedboat
Dinkes Buru dan beberapa unit longboat milik masyarakat.

Kondisi cuaca dilaporkan berawan, angin bertiup dari arah Timur Laut hingga Utara dengan kecepatan mencapai 28 knots, serta tinggi gelombang berkisar 1,25 meter. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Kamis, 24 September 2026 - 11:51 WIT

KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT