AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengeluarkan imbauan tegas menyusul konflik yang terjadi antara warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe di Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB). Pemerintah Provinsi Maluku meminta agar seluruh pihak segera menahan diri dan menyerahkan penegakan hukum kepada aparat berwenang.
Dalam pernyataan resminya di Ambon, Gubernur Hendrik Lewerissa menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas insiden pertikaian antarwarga tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian dan kerukunan di Bumi Raja-Raja.
Gubernur mengimbau warga Desa Lisabata dan Desa Patahuwe untuk menahan diri, menghentikan segala bentuk pertikaian, dan menghindari aksi balas dendam yang dapat memperluas eskalasi konflik.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Gubernur juga meminta seluruh elemen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun isu-isu liar di media sosial yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.
“Saya menegaskan bahwa perselisihan ini murni akibat kesalahpahaman dan sama sekali bukan konflik SARA. Masyarakat diingatkan agar tidak membawa persoalan ini ke ranah kelompok, suku, atau agama yang dapat merusak tatanan persaudaraan di Maluku,” ujar Gubernur melalui video.
Hendrik yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Maluku tersebut menegaskan, penanganan keamanan dan penegakan hukum dipercayakan sepenuhnya kepada aparat TNI dan Polri.
“Pemerintah mendukung penuh tindakan tegas terhadap siapa pun pelaku perusakan atau aktor intelektual yang memicu pertikaian,” kata Gubernur.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat untuk mengambil langkah-langkah strategis sesuai kewenangan guna menangani serta memitigasi dampak dari pertikaian tersebut.
Di sisi lain, Gubernur juga mengajak para tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan pemerintah daerah setempat untuk segera duduk bersama mengedepankan jalur dialog, musyawarah, dan semangat kekeluargaan demi memulihkan kedamaian di Desa Patahuwe dan Lisabata.
“Mari bersama-sama menjaga Maluku, par katong semua pung bae,” ujar Gubernur Hendrik Lewerissa dalam penutup imbauannya, mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa merawat persaudaraan.
Diketahu, sebanyak 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor dilaporkan terbakar dalam insiden yang terjadi di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026).
Peristiwa tersebut juga menyebabkan empat warga Patahuwe dilaporkan mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin.
Laporan awal kepolisian menyebutkan, insiden bermula dari kebakaran lahan warga Lisabata yang kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman dan ketegangan antarwarga dari Desa Lisabata dan Desa Patahuwe.








