Bahas Persoalan Lisabata-Patahuwe, Forum Peduli Seram Barat Serukan Perdamaian

- Penulis

Senin, 14 September 2026 - 12:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Puluhan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda yang tergabung dalam Forum Peduli Seram Barat (FPSB) menggelar pertemuan untuk membahas persoalan kemanusiaan antara warga Negeri Lisabata dan Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Pertemuan yang dihelat di Coffee Ujung Jembatan Merah Putih (JMP) pada Minggu (13/9/2026) ini dihadiri sejumlah tokoh yang berdomisili di Kota Ambon. Di antaranya Levinus Kariuw selaku inisiator, AKBP (Purn) Bachri Hehanussa, Dr. Manaf Tubaka, Turaya Samal, Ija Waliulu, Rektor UIN Ambon Prof. Dr. Abidin Wakano, Dr. Natanel Elake, akademisi sekaligus Kepala Balai Diklat Keagamaan Ambon Abdullah Patty, Ketua Iksamuni Irwan Patty, tokoh muda Lisabata Farul Pattilouw, serta tokoh muda Patahuwe David Katayane.

Dalam pertemuan perdana yang diharapkan menjadi embrio “Seram Barat Bersatu” di tanah rantau ini, para tokoh menyampaikan berbagai masukan dan saran agar persoalan tersebut segera menemukan titik terang menuju perdamaian. Langkah ini juga penting untuk mencegah agar konflik tidak meluas, apalagi mengarah pada isu agama.

Pertemuan yang berlangsung dengan mengutamakan prinsip kekeluargaan ini turut mendata kebutuhan mendesak warga terdampak untuk segera disalurkan.

Djufri Pattilow mengharapkan adanya atensi khusus yang mengarah pada perdamaian. “Semoga pertemuan ini selain dapat melakukan aksi sosial, juga dapat melahirkan perdamaian,” harapnya.

Kehadiran para tokoh SBB ini diharapkan memberikan kontribusi positif dalam menyelesaikan persoalan agar tidak berlarut-larut.

“Beta harapkan kita jangan pantau media sosial, karena tidak akan menyelesaikan masalah di sana. Kehadiran kita untuk menyelesaikan persoalan,” pinta Turaya Samal.

Rektor UIN Ambon Abidin Wakano turut mengajak seluruh pihak agar momen ini melahirkan kontribusi nyata. “Mari kita baku keku sama-sama untuk baku bantu basudara pung susah di sana,” ajaknya.

Menurutnya, pertemuan hari ini memiliki spirit yang sama, yaitu penghentian kekerasan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi masyarakat yang menjadi korban kekerasan.

“Yang kedua, aparat negara harus ke sana untuk menjaga masyarakat dan memberikan rasa aman. Kemudian membangun perdamaian serta rekonstruksi sosial masyarakat yang menjadi korban. Mari kita baku keku, baku tolong. Mari kita datang ke keluarga yang terluka,” ujarnya.

Baca Juga :  DPD PKS SBT Lanjutkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Bula

Prof. Abidin juga menginginkan forum ini membicarakan berbagai aspek yang berpotensi mengarah pada konflik antarwarga demi melihat akar persoalan, sehingga konflik serupa tidak lagi terjadi, khususnya di SBB.

“Setelah ini, mari kita bicarakan akar-akar masalah yang terjadi di SBB. Kemudian, penegakan hukum harus segera berproses, dan kita berharap tidak ada yang terprovokasi. Pertemuan ini diharapkan bukan saja untuk isu konflik, tapi juga isu-isu yang lain,” pungkasnya.

Levinus Kariuw selaku inisiator pertemuan berharap ada aksi nyata sebagai bentuk dukungan moril dari anak-anak negeri SBB. Ia mendorong para tokoh SBB di Ambon untuk bahu-membahu menyalurkan bantuan kepada para korban sebagai bentuk kepedulian sosial sesama anak Seram Barat.

Rencananya, FPSB akan menyalurkan bantuan sosial sekaligus mendorong rehabilitasi korban. FPSB juga menyerukan penghentian segala bentuk provokasi, baik di Lisabata dan Patahuwe maupun di SBB secara umum.

Selain itu, aparat keamanan diminta hadir untuk menegakkan hukum dan menuntaskan persoalan hingga ke akar-akarnya, serta pemerintah diharapkan hadir memberikan rasa aman di tengah masyarakat. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Kamis, 24 September 2026 - 11:51 WIT

KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT