Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

- Penulis

Sabtu, 26 September 2026 - 21:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny menilai, perluasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Nelayan ke wilayah kepulauan dapat memudahkan nelayan mengakses BBM bersubsidi, sekaligus membuka peluang usaha bagi pengusaha di daerah.

Menurut Laipeny, penambahan SPBU Nelayan dapat memudahkan nelayan memperoleh BBM bersubsidi, terutama di daerah yang belum memiliki layanan khusus tersebut.

Peluang investasi itu, katanya, terbuka setelah DPRD mendapat penjelasan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku, serta Pertamina mengenai mekanisme pembangunan SPBU Nelayan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melihat adanya peluang usaha bagi pengusaha di daerah untuk berinvestasi sangat terbuka, setelah mendapatkan informasi DKP Maluku serta Pertamina, terkait mekanisme pembangunan SPBU Nelayan,” kata Laipeny kepada wartawan di Ambon, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga :  Perkuat Pelindungan Perempuan, Komnas Perempuan dan DPRD Maluku Dorong Pembaruan Perda

Dia mengaku, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II, DKP Maluku dan Pertamina terungkap, bahwa saat ini terdapat 10 SPBU Nelayan yang beroperasi di sejumlah daerah di Maluku.

Lokasinya mencakup Tamilouw di Kecamatan Amahai dan Tulehu di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng); Desa Waesela, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB); Desa Wali, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel); Namlea, Kecamatan Wailihang, Kabupaten Buru; serta Desa Walang Spanciby di Kepulauan Banda, Kabupaten Malteng.

“SPBU Nelayan lainnya berada di Desa Durjela dan Kelurahan Galai Dubu, Kabupaten Kepulauan Aru; Saumlaki Utara, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT); serta Dullah Laut, Kecamatan Dullah Laut, Kota Tual,” beber dia.

Laipeny menilai, keberadaan SPBU Nelayan yang sudah beroperasi bisa menjadi pemicu pembukaan titik pelayanan baru. Ia menyoroti wilayah kepulauan yang memiliki banyak nelayan, tetapi belum memiliki SPBU khusus.

Baca Juga :  Dana Khusus Kepulauan Didorong Jadi Solusi Ketimpangan Fiskal

Ia juga menyatakan, DPRD dalam hal ini Komisi II bersama DKP Maluku akan mendorong penambahan kuota BBM bersubsidi, yang dialokasikan bagi nelayan. Pengusulan kuota tersebut akan dilakukan oleh pemerintah provinsi.

“Kuota BBM subsidi untuk SPBU Nelayan nantinya diusulkan oleh Pemprov, dan kami di legislatif bersama DKP Maluku akan mendorong penambahan kuota yang dialokasikan khusus bagi nelayan, agar masalah BBM subsidi bisa teratasi,” ujarnya.

Laipeny berharap, SPBU Nelayan yang telah dibangun dapat menjalankan pelayanan secara optimal, sehingga mendukung kelancaran kegiatan operasional nelayan di laut.

“Pengembangan SPBU Nelayan juga berkaitan erat, dengan konsep pembangunan kawasan kampung nelayan,” tandas Laipeny. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku
DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon
Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026
Perkuat Pelindungan Perempuan, Komnas Perempuan dan DPRD Maluku Dorong Pembaruan Perda
DPRD Maluku Minta APBD Perubahan 2026 Disusun Sesuai Kemampuan Fiskal
DPRD Maluku Tutup Sidang III, Ini Agenda Masa Sidang Baru
Komisi VIII DPR RI Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Menjadi Institut
Reses di Kampung Halaman, Rovik Afifudin Komit Sulap Pemukiman Air Salobar

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:58 WIT

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Selasa, 22 September 2026 - 20:54 WIT

Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Senin, 21 September 2026 - 17:53 WIT

DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon

Sabtu, 19 September 2026 - 15:41 WIT

Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026

Jumat, 18 September 2026 - 18:37 WIT

Perkuat Pelindungan Perempuan, Komnas Perempuan dan DPRD Maluku Dorong Pembaruan Perda

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT