Ketum PPB Engelina Pattiasina Desak Presiden Prabowo Bentuk BUMN Digital

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 19:51 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Partai Pembaruan Bangsa (PPB), Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina. Foto: Dok Pribadi for JPNN

Ketua Umum Partai Pembaruan Bangsa (PPB), Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina. Foto: Dok Pribadi for JPNN

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM – Ketua Umum Partai Pembaruan Bangsa (PPB), Dipl.-Oek. Engelina Pattiasina, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Digital. Langkah ini dinilai mendesak guna melindungi pekerja digital sekaligus menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Saya melihat banyak sekali BUMN, tetapi mengapa tidak ada yang menggarap ceruk digital? Jika tidak membentuk baru, kembangkan yang sudah ada. Intinya, negara harus mengelola. Nilai ekonomi digital sangat besar dan ada jutaan pekerja yang kini bergantung pada platform asing,” tegas Engelina di Jakarta, Jumat (13/2).

Engelina menganalogikan posisi pekerja digital saat ini serupa dengan kaum marhaen di masa lalu. Jika dulu marhaen memiliki cangkul namun tetap miskin karena sistem kapitalistik, kini pekerja digital memiliki ponsel, laptop, dan kendaraan, namun tetap dieksploitasi oleh algoritma yang dikuasai kapitalisme digital global.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyayangkan sikap pemerintah yang cenderung menganggap biasa fenomena gig economy yang didominasi asing. Menurutnya, negara harus hadir sebagai operator, bukan sekadar regulator.

Baca Juga :  Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah

“Kita butuh BUMN Digital yang menyediakan platform transportasi hingga marketplace yang murah, atau bahkan gratis sebagai subsidi negara terhadap pekerja digital,” ujar pendiri PPB tahun 2008 ini.

Data sebagai “The New Oil”

Lulusan Ekonomi Politik Universitas Bremen Jerman ini mengingatkan bahwa aktivitas daring rakyat Indonesia menghasilkan data raksasa (big data) yang kini hanya dinikmati pemilik platform. Ia menekankan bahwa data adalah “minyak baru” yang mampu memprediksi perilaku ekonomi hingga sosial-politik.

“Potongan komisi ditetapkan sepihak, order ditentukan algoritma, dan hubungan kerja bertopeng kemitraan memutus tanggung jawab perusahaan atas nasib driver online maupun kurir. Ini eksploitasi yang dikemas dalam diksi kerja fleksibel,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa keberadaan BUMN Digital akan memastikan data rakyat tetap dalam genggaman Indonesia, sekaligus memaksa platform swasta menyesuaikan standar kesejahteraan dengan standar milik negara.

Baca Juga :  Ekonomi Maluku Trwulan II 2026 Tumbuh 5,31 Persen, Lampaui Nasional

Engelina berharap pemerintah tidak terjebak memaknai Pasal 33 UUD 1945 hanya pada sumber daya alam ekstraktif seperti tambang dan air. Baginya, di era modern, data dan algoritma adalah cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak.

“Sangat aneh jika algoritma hanya dilihat sebagai soal teknologi. Siapa pun yang menguasai data aktivitas daring rakyat Indonesia, dialah yang mengendalikan aspek ekonomi dan politik bangsa ini,” tegas Engelina yang juga pernah berkecimpung di CSIS.

Ia mengkritik respons Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang sejauh ini hanya mewajibkan pendaftaran platform, namun belum menyentuh substansi pengelolaan data dan perlindungan pekerja.

“Pembantu Presiden jangan asyik sendiri atau sibuk dengan gimmick tidak perlu. Jutaan pekerja digital saat ini berada dalam posisi rentan sebagai proletar atau ‘Marhaen Digital’. Kami meminta praktik eksploitatif ini diubah melalui solusi dan keberpihakan yang nyata,” pungkasnya. (JPNN)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah
Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS
Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah
Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara
Pabrik Kelapa dan Pala Malteng Dibangun Oktober, Target Serap 3.000 Tenaga Kerja
Ekspor Maluku Januari-Juli 2026 Capai Rp591,84 Miliar, Didominasi Nonmigas
Maluku Raih Financial Literacy Award 2026, Wagub Terima Penghargaan dari OJK

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Kamis, 24 September 2026 - 13:52 WIT

Gubernur Maluku Tegaskan Blok Masela Harus Wujudkan Kesejahteraan Daerah

Rabu, 16 September 2026 - 19:02 WIT

Dorong Kebijakan Berbasis Data, Pemprov Maluku dan Pemkot Tual Hibah Lahan Strategis ke BPS

Rabu, 16 September 2026 - 17:01 WIT

Baru Dua Bulan Buka Dengan Meriah, Mie Gacoan Ambon Kini Disegel Gara-Gara Limbah

Rabu, 16 September 2026 - 16:15 WIT

Langgar Aturan Baku Mutu Air Limbah, Mie Gacoan Ambon Ditutup Sementara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT