AMBON, HEADLINETIMUR.COM.— Suasana dini hari di Kota Tual, Maluku, mendadak mencekam. Aksi saling serang antara kelompok pemuda pecah di Pertigaan Charli, Kompleks Pertamina, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Masrum, Kecamatan Dullah Selatan, Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 01.15 WIT.
Akibat insiden ini, seorang pemuda dilaporkan tewas setelah terkena panah di bagian dada.
Berdasarkan data yang dihimpun, bentrokan melibatkan pemuda dari Kompleks Pertamina Bawah dan pemuda Kompleks Tembok Berlin Bulog. Kedua kubu saling serang menggunakan batu, kayu, hingga senjata tradisional berupa panah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden bermula pada pukul 01.00 WIT ketika sekelompok pemuda dari Kompleks Pertamina Bawah melakukan aksi pelemparan batu ke arah rumah warga di Kompleks Tembok Berlin Bulog.
Aksi tersebut memicu ketegangan setelah warga dan pemuda setempat yang sedang berkumpul keluar untuk menegur para pelaku.
Tidak terima dengan teguran tersebut, ketegangan memuncak menjadi bentrokan terbuka pada pukul 01.15 WIT. Pemuda Kompleks Pertamina Bawah kembali menyerang dengan lemparan batu dan tembakan panah.
Nahas, dalam insiden saling serang tersebut, seorang pemuda bernama Rifai Alwi Rahadat (22), warga Lorong Bulog Kompleks Wara, terkena anak panah pada bagian dada sebelah kanan.
Korban langsung dilarikan ke RS Karel Sadsuitubun Langgur pada pukul 01.25 WIT, namun nyawanya tidak tertolong.
Situasi Sempat Memanas
Kabar meninggalnya korban yang didengar oleh massa dari Kompleks Tembok Berlin Bulog pada pukul 01.55 WIT sempat memicu kemarahan. Mereka melakukan aksi balasan berupa pelemparan batu ke arah rumah-rumah warga di Kompleks Pertamina Bawah.
Aparat keamanan dari Polsek Dullah Selatan dan Polres Tual yang tiba di lokasi kejadian segera bergerak cepat menghalau massa. Setelah berupaya memecah kedua kubu, massa akhirnya berhasil dipukul mundur dan membubarkan diri kembali ke rumah masing-masing sekitar pukul 03.10 WIT.
Situasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dinyatakan aman dan kondusif pada pukul 03.30 WIT. Meskipun begitu, pihak kepolisian dari Polres Tual dan Polsek Dullah Selatan masih menyiagakan personelnya di TKP.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi aksi susulan, mengingat keluarga korban juga berdomisili di kawasan Kompleks Kiom dan Fair yang dikabarkan tida k terima atas insiden tragis ini.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Tual maupun Polda Maluku belum menyampaikan keterangan resmi. (HT-0)








