Masih Terisolasi, Warga Hukuanakota Menandu Orang Sakit di Jalan Tanah Sepanjang 7 Kilometer

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM. — Di usianya yang ke-81 tahun, kemerdekaan Republik Indonesia ternyata belum dirasakan sepenuhnya oleh warga Desa Hukuanakota, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Hingga saat ini, masyarakat setempat masih harus memikul orang sakit berjalan kaki menuju Puskesmas serta kesulitan mengangkut hasil bumi akibat infrastruktur jalan yang memprihatinkan.

Salah seorang warga Desa Hukuanakota, Milton Lumamuly, mengungkapkan kekecewaannya terkait kondisi akses jalan berstatus jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Honitetu dan Kecamatan Inamosol sepanjang 9 kilometer tersebut.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total panjang jalan, baru sekitar 2 kilometer yang ditumpangi aspal, sementara 7 kilometer sisanya masih berupa jalan tanah dan rusak parah.

“Kami masyarakat hanya berharap sisa 7 kilometer ini diselesaikan hingga masuk ke kampung. Itu saja kami sudah sangat senang. Bapak Bupati dan para anggota legislatif, tolong lihat kesengsaraan kami. Sampai kapan kami harus begini? Kami ini bagian dari NKRI dan memiliki hak yang sama,” ujar Milton.

Baca Juga :  Jelang Idul Fitri, Gubernur Hendrik Lewerissa Ajak Warga Jaga Semangat "Orang Basudara"

Teriakan Bisu dari Pegunungan Inamosol

Kondisi pilu ini juga disuarakan oleh warga SBB lainnya, Gerald Wakano. Ia menggambarkan perjuangan berat warga yang harus bertaruh nyawa menembus jalan rusak demi menyelamatkan sesama.

“Di bawah terik matahari dan cuaca tak menentu, sekelompok pria memikul nyawa saudara mereka. Langkah demi langkah melewati jalan hancur dan lumpur tebal. Ini bukan karnaval, ini darurat! Ini teriakan bisu masyarakat yang dipaksa berjalan kaki karena janji infrastruktur hanyalah fatamorgana,” tutur Gerald.

Gerald menyentil keras para wakil rakyat—mulai dari DPD, DPRD Kabupaten, Provinsi, hingga DPR RI—serta Pemerintah Daerah SBB yang dinilai mengabaikan nasib masyarakat pegunungan setelah masa kampanye usai.

Baca Juga :  Pohon Cengkeh Ditebang OTK, Warga Seriholo Palang Jalan Lintas Seram

Janji perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan warga dinilai hanya menjadi “mimpi di siang bolong” yang lenyap setelah kursi kekuasaan diduduki.

Momen warga memikul pasien dengan infus menancap di tangan hingga mencapai mobil menjadi bukti nyata betapa minimnya perhatian pemerintah.

Menurut Gerald, masyarakat tidak meminta kemewahan, melainkan akses jalan layak agar fasilitas medis seperti ambulans bisa menjangkau desa mereka.

“Masyarakat Hukuanakota tidak meminta istana. Kami hanya meminta jalan yang layak agar saat sakit, kami ditolong oleh ambulans, bukan diusung di atas punggung saudara kami yang lelah. Jangan jadikan infrastruktur sekadar angka di laporan anggaran, tetapi wujudkan secara nyata di lapangan,” tegasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Penumpang Longboat yang Mati Mesin di Perairan Aru
Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan
Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:34 WIT

Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Penumpang Longboat yang Mati Mesin di Perairan Aru

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 18:23 WIT

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT