Pansus LKPJ DPRD Maluku Soroti Masalah Pendidikan hingga Perikanan

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 13:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo, membacakan rekomendasi Pansus LPKJ pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku, dalam rangka penyampaian rekomendasi DPRD Provinsi Maluku terhadap LKPJ Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di ruang paripurna, Kamis (23/4/2026). Foto : Merindudprd.com/Rudy.

Juru Bicara DPRD Maluku, Alhidayat Wadjo, membacakan rekomendasi Pansus LPKJ pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Maluku, dalam rangka penyampaian rekomendasi DPRD Provinsi Maluku terhadap LKPJ Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di ruang paripurna, Kamis (23/4/2026). Foto : Merindudprd.com/Rudy.

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Provinsi Maluku menyoroti sejumlah persoalan strategis dalam Rapat Paripurna penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Maluku Tahun Anggaran 2025, Kamis (23/4/2026).

Dilansir Merindudprd.com, porta resmi DPRD Provinsi Maluku, rekomendasi tersebut dibacakan oleh Juru Bicara DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) harus mengambil langkah konkret untuk menindaklanjuti berbagai catatan penting yang telah dirumuskan legislatif.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terdapat tiga sektor utama yang menjadi fokus perhatian yakni pendidikan, kesehatan, dan perikanan.

Di bidang pendidikan, Pansus menekankan pentingnya profesionalisme dalam manajemen sekolah, terutama dalam proses penunjukan kepala sekolah.

“Peran kepala sekolah sangat vital sebagai manajer sekaligus penentu mutu pendidikan. Proses seleksi harus dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), mulai dari pemetaan kebutuhan, penyaringan, hingga penempatan tugas,” tegas Wajo.

Baca Juga :  Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026

Selain itu, DPRD mendorong penguatan fungsi pengawasan di tingkat kabupaten/kota serta percepatan rehabilitasi sarana prasarana pendidikan guna menunjang kualitas belajar mengajar.

Pansus juga menilai pelayanan kesehatan di Maluku masih memerlukan perbaikan menyeluruh secara terintegrasi.

DPRD merekomendasikan penerapan konsep satu data, satu perencanaan, dan satu sistem layanan yang terkoneksi dari tingkat desa hingga provinsi.

Persoalan klasik mengenai distribusi tenaga medis juga menjadi sorotan. Wajo mendesak Pemda untuk segera mengatasi ketimpangan jumlah dokter umum, dokter gigi, hingga tenaga spesialis di wilayah terpencil.

“Seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terluar, berhak mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak dan berkualitas,” ujarnya.

Baca Juga :  Refleksi HUT ke-81 RI, Benhur Watubun Desak Pemerataan Pembangunan di Maluku

Selain itu, DPRD memberikan perhatian serius terhadap praktik alih muat (transshipment) hasil tangkapan ikan di tengah laut.

Aktivitas bongkar muat yang tidak dilakukan di pelabuhan resmi ini dinilai sangat merugikan daerah karena menghilangkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami merekomendasikan Pemda meningkatkan intensitas pengawasan dan berkoordinasi erat dengan instansi berwenang guna menindak tegas praktik transshipment ilegal di seluruh perairan Maluku,” ungkap Wajo.

Secara umum, seluruh rekomendasi ini merupakan hasil pembahasan komprehensif terhadap dokumen LKPJ Gubernur Maluku Tahun 2025.

DRD berharap catatan-catatan kritis ini tidak sekadar menjadi dokumen formalitas, melainkan menjadi acuan perbaikan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan optimalisasi potensi sumber daya daerah demi kesejahteraan masyarakat Maluku secara luas. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku
DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon
Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026
Perkuat Pelindungan Perempuan, Komnas Perempuan dan DPRD Maluku Dorong Pembaruan Perda
DPRD Maluku Minta APBD Perubahan 2026 Disusun Sesuai Kemampuan Fiskal
DPRD Maluku Tutup Sidang III, Ini Agenda Masa Sidang Baru
Komisi VIII DPR RI Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Menjadi Institut

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:58 WIT

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Selasa, 22 September 2026 - 20:54 WIT

Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Senin, 21 September 2026 - 17:53 WIT

DLHP Diminta Tak Ragu Tutup Lagi Mie Gacoan Ambon

Sabtu, 19 September 2026 - 15:41 WIT

Pinjaman Daerah Maluku Baru Rp296 Miliar, DPRD Desak Realistis Susun APBD-P 2026

Jumat, 18 September 2026 - 18:37 WIT

Perkuat Pelindungan Perempuan, Komnas Perempuan dan DPRD Maluku Dorong Pembaruan Perda

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT