AMBON,HEADLINETIMUR.COM – Pelaku pengursakan baliho ucapan Ramadhan 1447 Hijriah milik Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Maluku di kawasan jalan Ina Tuni, Karang Panjang (Karpan) pada Rabu (18/2) dini hari, telah diketahui.
Perusak baliho yang berisi ucapan Ramadhan lengkap dengan foto Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPW PPP Maluku Muhammad Reza Bahawerez, Plt Sekretaris Husein Tuharea, Plt Bendahara DPW Hartini Wamneboitu diketahui berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata.
Berdasarkan pernyataan saksi di lokasi kejadian, insiden pengrusakan itu terjadi sekitar pukul 01.30 dini hari. Saat beraksi, dua orang pelaku ini berboncengan menggunakan sepeda motor.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebelum melakukan pengrusakan, kedua orang itu sempat memotret posisi baliho, mungkin sebagai laporan sebelum akhirnya merobek” kata Gwen, pemuda kompleks yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.
Ia menjelaskan, setelah merobek, kedua pelaku kemudian berboncengan menggunakan sepeda motor melaju dan membuang baliho yang dirusak itu di sekitar rumah dinas Kejaksaan Tinggi di kawasan Karang Panjang.
“Saat keduanya menuju Karang Panjang, Beta (saya) dengan teman mengejar, dan menghentikan mereka di pinggir kediaman kejaksaan,”tambah Gwen menjelaskan.
Saat di interogasi, Gwen mengatakan, keduanya mengaku disuruh oleh salah satu mantan petinggi DPW PPP Maluku. Bahkan saksi dan temannya sempat diajak kedua pelaku untuk bertemu langsung dengan mantan petinggi DPW tersebut.
“Mereka menyebut nama petinggi DPW itu, dan meminta Beta dengan teman untuk bertemu beliau. Tetapi kami tidak mau,”ungkap Gwen selaku saksi mata.
Menanggapi insiden pengrusakan baliho Ramadhan PPP, Plt Sekertaris DPW PPP Maluku, Muhammad Husein Tuharea mengaku telah melakukan penelusuran.
“Sudah ditelusuri mulai dari wawancara saksi di lokasi kejadian dan juga menelusuri CCTV di sepanjang jalur jalan karang panjang. Kedua saksi telah membantu untuk melihat tiga rekaman CCTV jalur jalan karpan,”kata Tuharea.
Lebih lanjut, Tuharea menjelaskan, saksi juga sudah mengungkapkan semua, mulai dari pengakuan pelaku pengrusakan, hingga otak di balik pengrusakan baliho tersebut.
Dengan keterangan saksi yang begitu jelas dan terang, ia menegaskan, pihaknya berkemungkinan besar meneruskan persoalan tersebut ke jalur hukum.
“Siapa orang yang menyuruh melakukan pengrusakan itu sudah kita kantongi namanya, dan ini nanti pada waktunya, biar polisi yang memanggil,”tegas Husein.
Tidak itu saja, menurutnya, lantaran ada keterkaitan perusakan dengan mantan petinggi DPW, pihaknya akan meneruskan hal tersebut untuk di aporkan ke DPP PPP.
Husein juga sangat menyayangkan cara-cara ‘primitif’ untuk menjatuhkan orang lain dalam dunia politik ditengan era arus informasi dan digitaliasi yang semakin berkembang.
“Ini cuma spanduk ucapan Ramadhan, bukan spanduk politik. Kegilaan apa dipikiran hingga nekat menyuruh orang merusak spanduk itu,”tutup Husein.(HT-02)










