AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat komitmennya dalam menjadikan perayaan keagamaan dan budaya sebagai pilar strategi pembangunan pariwisata daerah.
Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat memberikan sambutan pada Festival Imlek 2577 Kongzili yang berlangsung meriah di Pattimura Park, Minggu (15/2/2026).
Wali Kota mengingatkan bahwa sejak awal 2024, Pemkot Ambon telah resmi memasukkan Imlek ke dalam kalender pariwisata daerah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini diambil untuk memastikan setiap kekayaan budaya di Ambon memiliki panggung yang berkelanjutan.
“Saya ingat persis pada 2024, saat kita meluncurkan dan menetapkan perayaan Imlek sebagai salah satu kalender pariwisata Kota Ambon. Hari ini, kita melihat agenda tersebut terus berlanjut dan menjadi tradisi tahunan yang dinanti,” ujar Wali Kota.
Menurutnya, konsistensi ini adalah bukti nyata bahwa slogan “Beta Par Ambon, Ambon Par Samua” bukan sekadar hiasan kata-kata, melainkan diwujudkan dalam kebijakan inklusif.
Empat Pilar Wisata Religi
Melalui Dinas Pariwisata, Pemkot Ambon kini mengandalkan empat event besar sebagai daya tarik utama, yaitu, Festival Jalan Salib, Festival Ramadhan, Festival Imlek, dan Festival Santa Claus.
Wali Kota menekankan bahwa mengandalkan keindahan alam saja tidaklah cukup di era kompetisi pariwisata saat ini.
“Jika kita mampu menghadirkan atraksi budaya dan keagamaan yang unik, itu akan memberikan nilai tambah (added value) yang besar bagi daya tarik Kota Ambon,” tegasnya.
Lebih dari sekadar hiburan, Festival Imlek dipandang sebagai instrumen untuk merawat toleransi di tengah keberagaman warga kota.
“Ambon par samua berarti seluruh warga memiliki hak dan akses yang sama, termasuk dalam merayakan keyakinan masing-masing. Kita ingin warga Ambon saling mengenal, memahami, dan menghargai tradisi saudara-saudara kita keturunan Tionghoa,” tambahnya.
Melalui momentum Imlek 2026 ini, Pemkot berharap semangat persaudaraan antarwarga semakin solid. Ia mengajak masyarakat untuk terus membuka diri terhadap perbedaan.
“Mari kita membiasakan diri untuk menerima dan menghargai keberagaman. Dari situlah kita menjaga Ambon dalam semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela, Wakil Wali Kota Ely Toisutta, Pj. Sekretaris Kota Roby Sapulette, serta Ketua TP-PKK Kota Ambon Lisa Wattimena. (HT-02)










