Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat

- Penulis

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

La Sandi, nelayan asal Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat berhasil ditemukan oleh Tim SAR pada Kamis (28/5/2026). Foto : Basarnas Maluku.

La Sandi, nelayan asal Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat berhasil ditemukan oleh Tim SAR pada Kamis (28/5/2026). Foto : Basarnas Maluku.

AMBON, HEADLINETIMUR.COM Seorang nelayan asal Desa Kawa, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), La Sandi (27), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan setelah sempat hilang kontak selama beberapa hari di perairan setempat.

Korban ditemukan dalam kondisi lemas pada Kamis (28/5/2026). Tim SAR Gabungan langsung mengevakuasi korban menuju Desa Kawa untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

Kepala Kantor Basarnas Ambon, Muhammad Arafah melalui Komandan Tim (Dantim) Operasi SAR SBB menjelaskan bahwa pada hari kedua pencarian, tim membagi personel ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami membagi tiga SRU dan bergerak melakukan pencarian pada beberapa titik koordinat yang sudah ditentukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran di Hunimua Capai 4.178 Orang, Personel Polda Maluku Siaga Penuh

Pencarian yang dilakukan sejak pagi tersebut membuahkan hasil pada pukul 11.15 WIT. Korban ditemukan terombang-ambing di laut, sekitar ± 11,26 Nautical Mile dari Desa Kawa.

La Sandi diketahui hanyut selama empat hari akibat mesin motor tempel perahunya mengalami kerusakan.

Sebelumnya, korban dilaporkan pergi melaut pada 25 Mei sekitar pukul 10.00 WIT di sekitar perairan Desa Kawa. Karena tak kunjung kembali hingga 27 Mei, pihak keluarga melaporkan kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut ke Kantor SAR Ambon.

Operasi SAR hari pertama yang digelar kemarin sempat nihil, sebelum akhirnya korban berhasil ditemukan pada pencarian hari kedua.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Disdukcapil Ambon Tahap I Diperpanjang 50 Hari

Operasi penyelamatan ini melibatkan Basarnas Ambon, Polairud Polda Maluku, Babinsa, kelompok nelayan SBB, serta masyarakat dan keluarga korban

Adapun Alat Utama (Alut) SAR yang dikerahkan dalam operasi ini meliputi Rescuer Car, Rubber Boat, dan Longboat. Selama proses evakuasi, cuaca di lapangan dilaporkan mengalami hujan ringan dengan angin bertiup dari utara ke barat pada kecepatan 11 Knots, serta tinggi gelombang mencapai 0,5 meter.

Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat telah dikembalikan ke satuan masing-masing. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan
Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti
Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban
Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang
Pelaku UMKM Desa Lokki Tolak Pembangunan Gerai Indomaret dan Alfamidi
Alimudin Kolatlena Dorong Masjid Tua Wapauwe Jadi Cagar Budaya Nasional
Lapak Pasar Lama yang Dijadikan Tempat Tinggal Bakal Dibongkar
Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIT

Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:51 WIT

Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:24 WIT

Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti

Senin, 25 Mei 2026 - 20:35 WIT

Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 16:54 WIT

Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang

Berita Terbaru