GOROM, HEADLINETIMUR.COM — LSM Muda Berdaya Institut menggelar kegiatan Pelatihan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Jiwa Generasi Muda di SMA Negeri 4 Seram Bagian Timur (SBT), Kecamatan Pulau Gorom.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 4 hingga 6 Agustus 2026 ini, diikuti oleh 100 orang peserta yang didominasi oleh siswa kelas X serta perwakilan perangkat kelas dan pengurus OSIS.
Pembukaan acara dihadiri oleh para dewan guru SMA Negeri 4 SBT, jajaran Forkopimca, serta tokoh masyarakat setempat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua LSM Muda Berdaya Institut, Indrawati Mau dalam sambutannya mengatakan, Pancasila bukan sekadar hafalan dalam lembaran sejarah atau teks seminar, melainkan kompas moral yang harus hidup dalam tindakan sehari-hari generasi muda.
“Di tengah derasnya arus informasi dan tantangan zaman, pelajar harus memiliki benteng karakter yang kokoh,”ujar Indrawati.
Oleh karena itu, melalui pelatihan ini, kata Indrawati, pihaknya ingin menanamkan kembali ideologi bangsa agar generasi muda, terkhusus para siswa di Pulau Gorom tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki integritas, rasa kepedulian sosial, serta semangat nasionalisme yang kuat.
Sementara itu, Camat Pulau Gorom, M. Ismail Kelilauw dalam sambutanya sekaligus membuka kegiatan tersebut, mengatakan Pemerintah Kecamatan Pulau Gorom menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada LSM Muda Berdaya Institut atas inisiatif strategis ini.

Menurut Ismail Kelilauw, pembentukan karakter generasi muda adalah investasi jangka panjang daerah. Karena itu, ia mengimbau para siswa peserta pelatihan, manfaatkan kesempatan tiga hari ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dari para narasumber.
“Kalian adalah calon pemimpin masa depan dari Pulau Gorom. Dengan mengucapkanbismillahirrahmanirrahim, Pelatihan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila secara resmi saya nyatakan dibuka,” tegasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dibekali materi komprehensif yang dibawakan oleh 9 narasumber dari berbagai latar belakang profesional, yakni kepolisian, tokoh agama, jurnalis, tokoh pemuda, staf Bawaslu SBT, dan KetuaLSM Muda Berdaya Institut. (HT-01)








