AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, meminta diraihnya penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Pelayanan Pendidikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dijadikan momentum untuk menghadirkan perbaikan nyata pada layanan pendidikan di Maluku.
Menurut Watubun, prestasi yang diraih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penghargaan semata. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan capaian itu diterjemahkan menjadi perbaikan nyata, terutama bagi sekolah dan peserta didik di wilayah kepulauan.
Watubun juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, jajaran aparatur sipil negara, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, serta dinas pendidikan di 11 kabupaten/kota yang telah bekerja keras untuk meraih penghargaan tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami DPRD Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku bersama seluruh jajaran, terutama Dinas Pendidikan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras bersama, tetapi tugas kita belum selesai,” ujar Watubun saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (19/9/2026).
Ia menilai, pembenahan pendidikan harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan guru antarwilayah, perbaikan penghasilan, serta kemudahan akses anak-anak menuju fasilitas pendidikan. Perhatian khusus, kata Watubun, perlu diberikan kepada masyarakat di pulau-pulau terluar dan daerah terpencil.
Selain itu, Watubun meminta agar dana stimulan sebesar Rp2 miliar dari Kemendagri dikelola secara akuntabel, efektif, dan tepat sasaran. Dana tersebut dinilai perlu diprioritaskan bagi wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan dan tenaga guru.
“Kami akan terus mengawal kinerja OPD terkait dalam meningkatkan mutu pendidikan di Maluku. Sekolah-sekolah di daerah terpencil harus menjadi perhatian utama agar tidak terjadi ketimpangan akses, distribusi guru, maupun kualitas pendidikan antara kota dan pelosok,” tegasnya.
Di samping infrastruktur dan kesejahteraan guru, Watubun turut menyoroti perkembangan teknologi digital yang memengaruhi kehidupan peserta didik. Ia mendorong para guru untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi guna mendukung proses belajar-mengajar.
“Pendidik tidak boleh gagap teknologi. Materi pembelajaran perlu disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami oleh siswa. Guru juga menjadi benteng utama dalam membimbing anak-anak menggunakan teknologi secara positif,” kata Watubun.
Menutup pernyataannya, Watubun meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian serius terhadap sertifikasi guru dan pemenuhan fasilitas sekolah sesuai standar modern. Melalui langkah-langkah strategis tersebut, penghargaan yang diterima Maluku diharapkan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah ini.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku berhasil meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan Tingkat Provinsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.
Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/9/2026), sekaligus disertai dana stimulan sebesar Rp2 miliar.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan serta dana stimulan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras secara kolektif dari seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Maluku.
“Sungguh ini satu acara yang dapat merangsang kinerja pemerintah daerah. Kami sendiri di Maluku mendapat penghargaan nomor satu di bidang akses masyarakat untuk pendidikan. Tidak mudah memang untuk mendapat akses pendidikan di daerah kepulauan seperti Maluku,” tegas Hendrik. (HT-01)








