Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 20:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat memimpin  Rapat Koordinasi Lintas Sektor atau Forum Koordinasi Keamanan Maluku di Ruang Rapat Lantai II Mapolda Maluku, Senin (22/9/2026). (FOTO:
HUMAS POLDA MALUKU )

Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektor atau Forum Koordinasi Keamanan Maluku di Ruang Rapat Lantai II Mapolda Maluku, Senin (22/9/2026). (FOTO: HUMAS POLDA MALUKU )

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto menginisiasi Rapat Koordinasi Lintas Sektor untuk memperkuat pencegahan konflik sosial sejak dini di Maluku.

Forum yang berlangsung di Mapolda Maluku, Senin (22/9/2026), ini mempertemukan Pemerintah Daerah, TNI, Polri, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, dan elemen masyarakat guna membangun sistem deteksi dini serta mencegah potensi konflik meluas.

Kapolda mengungkapkan, langkah pencegahan yang dilakukan bersama telah menunjukkan hasil positif. Data Polda Maluku mencatat penurunan signifikan konflik sosial dari 185 kejadian pada 2024, menjadi 90 kejadian pada 2025, dan 10 kejadian hingga saat ini pada 2026.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Target kita bukan sekadar menurunkan angka, tetapi bagaimana konflik dapat dicegah sejak gejala awal agar tidak menimbulkan korban maupun dampak sosial yang lebih luas,” tegas Dadang.

Baca Juga :  Cegah Konflik Sosial, Polda Maluku Optimalkan Peran Polsek dan Baileo Emarina

Ia menyebut egoisme kelompok, sengketa lahan, miras, hingga hoaks di media sosial sebagai pemicu utama yang harus diantisipasi bersama melalui dialog, pendekatan kultural, dan penegakan hukum.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa turut mengapresiasi langkah cepat Kapolda dan Pangdam XV/Pattimura. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan daerah.

“Pembangunan tidak mungkin berjalan optimal tanpa situasi yang kondusif. Karena itu, upaya preventif dan penegakan hukum harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Hendrik.

Dukungan serupa datang dari unsur TNI, tokoh agama, dan kalangan akademisi. Irdam XV/Pattimura Brigjen TNI Muhammad Ali menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara persuasif dan terukur.

Sementara itu, Ketua MUI Maluku Prof. Dr. H. Abdullah Latuapo, perwakilan Keuskupan Amboina Pastor Costantinus Fatlolon, Ketua FKUB Willem B. Pariama, serta para rektor perguruan tinggi di Ambon sepakat bahwa penguatan kesadaran hukum, nilai kearifan lokal seperti Pela Gandong, dan narasi perdamaian di ruang digital harus terus digelorakan.

Baca Juga :  Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menambahkan, masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Ruang digital harus dioptimalkan sebagai sarana edukasi dan perekat persaudaraan.

Sebagai tindak lanjut, peserta rapat mengusulkan pembentukan wadah permanen—seperti Forum Harmonisasi Sosial Maluku—yang diperluas hingga tingkat Polres dan Polsek, guna memastikan deteksi dini dan harmoni sosial di Maluku tetap terjaga secara berkelanjutan. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik
Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima
Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata
Sinergi Hukum Adat dan Hukum Positif Perlu Diperkuat Cegah Konflik di Maluku
Bupati SBB Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Pascakonflik Lisabata-Patahuwe
Cegah Konflik Sosial, Polda Maluku Optimalkan Peran Polsek dan Baileo Emarina
Walikota Ambon: Penanganan Konflik Jangan Seperti Pemadam Kebakaran
GBPM Desak Pemprov-Pemkab SBB Prioritaskan Keselamatan Warga Pascakonflik Taniwel

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 20:35 WIT

Tokoh Lintas Agama Maluku Dorong Penguatan Hukum dan Deteksi Dini Konflik

Rabu, 23 September 2026 - 20:11 WIT

Konflik Sosial di Maluku Menurun, Kapolda : Mesti Dicegah Sejak Gejala Awal

Selasa, 22 September 2026 - 21:11 WIT

Tantangan Keamanan Kian Kompleks, Gubernur Maluku: Hukum Harus Jadi Panglima

Minggu, 20 September 2026 - 20:10 WIT

Peletakan Batu Pertama Pastori Patahuwe, Simbol Pemulihan Nyata

Jumat, 18 September 2026 - 13:50 WIT

Sinergi Hukum Adat dan Hukum Positif Perlu Diperkuat Cegah Konflik di Maluku

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT