AMBON,HT.—Basri Damis secara resmi kembali memimpin Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Maluku. Damis dilantik oleh ketua umum PKB, Muhaimin Iskandar di Movenpick Hotel Jakarta City Center, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
“Iya betul, dilantik di Jakarta,”ujar pengurus DPW PKB Maluku periode sebelumnya, Malaka Yaluhun saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026).
Komposisi kepengurusan baru DPW PKB Maluku masa bakti 2026-2031 tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP PKB Nomor :8011/DPP/01/I/2026. Dalam SK tersebut, Hi. Abdul Rohim Ely ditetapkan sebagai Ketua Dewan Syuro dengan Sekretaris Ir. Teddy Sibualamo.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, jabatan Ketua Dewan Tanfidz diemban oleh Basri Damis,SH, dan Lukas Batmomolin,SH selaku Sekretaris serta Muhamad Sidik Karepesina sebagai Bendahara.
Meski begitu, kata Malaka, komposisi lengkap kepengurusan DPW PKB Maluku masih digodok. “ Pengurus lengkap belum terbentuk, masih dalam proses penggodokan,”pungkas Malaka.
Jaga Suara di Pemilu 2029
Sementara itu, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menegaskan kembali bahwa seluruh jajaran pimpinan DPW tersebut harus bekerja keras untuk menjaga suara partai dan bersiap menuju pemilu 2029.
Kepada awak media, Cak Imin menyampaikan bahwa sebelum dilantik hari ini, sebanyak 190 pimpinan DPW PKB se-Indonesia itu sudah melalui proses panjang. Kemampuan mereka diuji secara ketat. Baik dari aspek psikologi, kepemimpinan, dan berbagai aspek lainnya. Setelah melalui tahapan panjang itu, mereka dinyatakan memenuhi syarat.
Karena itu, Cak Imin meminta seluruh pimpinan DPW PKB tersebut terus melakukan pengabdian kepada masyarakat. Dia juga mengingatkan kembali bahwa tidak ada hari tanpa membantu dan melayani masyarakat Indonesia.
“Pengurus baru ini ditugasi oleh partai bukan sekadar untuk memenangkan pemilu, tetapi melahirkan pemimpin-pemimpin legislatif dan eksekutif yang handal. Termasuk me-manage, mengontrol, mengawasi seluruh DPR, DPRD di dapil masing-masing supaya sesuai dengan tujuan dan target PKB,” jelas Cak Imin, dikutip Jawapos.com. (HT-01)










