AMBON, HEADLINETIMUR. COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, memfasilitasi pertemuan mediasi antara masyarakat Negeri Hitu Mesing dan Negeri Morela, Kabupaten Maluku Tengah, guna mendorong rekonsiliasi dan kesepakatan damai permanen.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Kamis (5/3), ini dihadiri oleh jajaran Pemprov Maluku, perwakilan DPRD Maluku, Dir Binmas Polda Maluku, Pemkab Maluku Tengah, serta unsur kepolisian setempat. Hadir pula Raja Hitu Mesing, Raja Morela, Raja Hitu Lama, serta tokoh masyarakat dari kedua belah pihak.
Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masyarakat kedua negeri yang terdampak konflik sejatinya memiliki keinginan kuat untuk kembali hidup berdampingan secara harmonis.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan masyarakat Negeri Hitu Mesing mengapresiasi langkah cepat Gubernur dalam memediasi konflik tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Gubernur. Kami berkomitmen untuk kembali hidup damai, terlebih pemerintah menyatakan komitmennya membantu memperbaiki rumah-rumah warga yang rusak,” ungkap perwakilan tersebut.

Senada dengan hal itu, perwakilan masyarakat Negeri Morela menekankan bahwa pemulihan fisik merupakan kunci utama stabilitas sosial. “Pembangunan kembali rumah-rumah warga yang terbakar adalah langkah krusial. Jika ini direncanakan secara terstruktur, kedamaian akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran para Raja dan tokoh masyarakat untuk aktif meredam potensi konflik susulan agar proses perdamaian tidak tercederai.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemkab Maluku Tengah akan segera bergerak menangani dampak kerusakan.
“Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Namun, kerusakan yang ditimbulkan akan segera ditanggulangi. Dalam waktu dekat, perbaikan rumah warga yang rusak akan dimulai,” tegas Gubernur.
Gubernur menambahkan, pemulihan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kondisi damai permanen. Ia juga meminta masyarakat untuk menghentikan segala tindakan yang mengganggu ketertiban umum, termasuk pemblokiran jalan.
“Mari kita menatap hari esok dengan semangat baru. Saling menghormati, mematuhi hukum, dan mempercayakan proses hukum sepenuhnya kepada aparat yang berwenang. Kita ingin perdamaian ini terwujud secara permanen,” pungkasnya. (HT-02)










