AMBON, HEADLINETIMUR.COM– Suasana hangat penuh nostalgia menyelimuti agenda Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Maluku lintas generasi di Baileo Cafe, Sabtu (14/3/2026).
Momen istimewa ini mempertemukan para perintis hingga kader aktif, dengan kehadiran tokoh sentral sekaligus pendiri KAMMI di Bumi Raja-Raja.
Anggota DPR RI, Saadiah Uluputty. mengajak hadirin menengok kembali masa awal pergerakan di sebuah ruang sederhana yang menjadi saksi bisu lahirnya KAMMI Maluku, yakni Mushola Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura (Unpatti).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Saadiah mengenang masa sulit saat ia bersama enam rekan lainnya—total hanya tujuh orang—bertekad membentuk wadah perjuangan mahasiswa Muslim di Maluku. Salah satu rekan seperjuangannya adalah Syaiful Ahmad, yang kala itu menjabat sebagai Ketua LDK Al-Ikhwan Unpatti.
Ada satu fragmen percakapan yang mengundang tawa sekaligus decak kagum para alumni. Saadiah menceritakan celetukannya di masa lampau saat melihat betapa sedikitnya jumlah mereka kala itu.
“Waktu itu saya sempat bertanya, kok bisa ya kita yang cuma tujuh orang ini mendirikan organisasi sebesar ini?” kenang Saadiah disambut senyum para hadirin.
Jawaban spontan dari Syaiful Ahmad saat itu justru menjadi pemantik semangat yang legendaris:
“Seng apa-apa (tidak apa-apa), yang melahirkan negara ini juga cuma sembilan orang!”
Kalimat tersebut disambut tepuk tangan meriah dan tawa haru. Pesan tersebut seolah menegaskan kembali bahwa perubahan besar tidak selalu bermula dari jumlah yang masif, melainkan dari tekad yang kokoh.

Merajut Persatuan Lintas Generasi
Usai napak tilas, acara dilanjutkan dengan arahan dari para senior. Fokus utama pertemuan ini menekankan tiga poin strategis.
Pertama, penguatan jejaring melalui silaturahmi alumni yang kini telah berdiaspora di berbagai bidang profesi.
Kedua, transfer nilai dengan memastikan semangat independensi dan intelektualitas KAMMI tetap terjaga di tangan kader aktif.
Ketiga, kontribusi daerah yakni mendiskusikan peran strategis alumni dalam mengawal pembangunan di Maluku.
Sebagai bentuk kepedulian, Saadiah Uluputty juga menyalurkan paket santunan Idulfitri bagi para kader KAMMI yang hadir. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, mempertegas bahwa ikatan ideologis di KAMMI tetap solid melintasi batas generasi. (HT-01)










