IJTI Maluku Sesalkan Emosi Berlebih Gubernur Saat Menjawab Pertanyaan Wartawan

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:29 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR. COM
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah Maluku menekankan pentingnya komunikasi yang sehat antara pejabat publik dan insan pers.

Pers berperan sebagai jembatan informasi bagi masyarakat, sehingga respons terhadap pertanyaan wartawan di lapangan idealnya dilakukan secara proporsional.

Pernyataan ini merupakan respons atas insiden tidak menyenangkan yang terjadi saat sesi doorstop atau wawancara langsung sejumlah jurnalis televisi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Maluku, Kamis (05/03/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu, jurnalis SCTV, Juhri Samaneri, mengajukan pertanyaan kepada Gubernur Maluku terkait kuota mudik. Namun, pertanyaan tersebut direspons dengan nada keras, cenderung tendensius, serta adanya tindakan menginterogasi hingga memeriksa kartu identitas (ID Card) jurnalis yang bersangkutan.

Baca Juga :  Tawuran Pemuda Kembali Pecah di Mangga Dua Langgur, Sajam dan Panah Wayer Warnai Aksi

IJTI Maluku memahami bahwa situasi di lapangan sering kali berlangsung dinamis.

Meski demikian, organisasi profesi jurnalis televisi ini berharap setiap proses tanya jawab antara pejabat publik dan wartawan tetap mengedepankan suasana yang tenang, saling menghargai, dan profesional.

Ketua IJTI Maluku, Imanuel Alfred Souhaly, menegaskan bahwa wartawan menjalankan tugas jurnalistik untuk mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Baca Juga :  Bentrok di Desa Danar, 1 Orang Tewas, Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Maluku Tenggara Terluka

“Pertanyaan yang diajukan wartawan adalah bagian dari upaya menghadirkan informasi yang dibutuhkan publik. Kami berharap komunikasi antara pejabat publik dan jurnalis dapat terjalin dengan baik dalam suasana yang kondusif, tanpa perlu ada intimidasi verbal,” ujar Imanuel.

IJTI Maluku juga menegaskan bahwa insan pers dan pemerintah sejatinya memiliki tujuan yang selaras, yakni memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan akurat.

Keterbukaan informasi serta sikap saling menghargai merupakan fondasi penting dalam menjaga iklim demokrasi yang sehat di Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Werhir Kota Tual Blokade Jalan, Tuntut Realisasi Bantuan Perumahan
Bentrok di Desa Danar, 1 Orang Tewas, Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Maluku Tenggara Terluka
Jasad Seorang Pria Ditemukan Terapung di Pelabuhan Feri Saumlaki
Tempat Sampah Dibakar OTK, Wali Kota Ambon : Pelapor Saya Kasih Rp5 Juta
Tawuran Pemuda Kembali Pecah di Mangga Dua Langgur, Sajam dan Panah Wayer Warnai Aksi
Kapolres Tual Terluka Saat Lerai Bentrok Pemuda, Situasi Sudah Kondusif
Tawuran Pecah di Ambon Plaza Ambon, Polisi Keluarkan Tembakan
Pangkalan Penambang Sinabar Luhu Terbakar, Puluhan Motor Jadi Arang

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 17:23 WIT

Warga Werhir Kota Tual Blokade Jalan, Tuntut Realisasi Bantuan Perumahan

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:14 WIT

Bentrok di Desa Danar, 1 Orang Tewas, Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Maluku Tenggara Terluka

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:15 WIT

Jasad Seorang Pria Ditemukan Terapung di Pelabuhan Feri Saumlaki

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:04 WIT

Tempat Sampah Dibakar OTK, Wali Kota Ambon : Pelapor Saya Kasih Rp5 Juta

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:44 WIT

Tawuran Pemuda Kembali Pecah di Mangga Dua Langgur, Sajam dan Panah Wayer Warnai Aksi

Berita Terbaru