Penghargaan Pendidikan Maluku Jangan Sekadar Seremoni

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026 - 15:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun. (FOTO : Gesuri.id)

Ketua DPRD Maluku Benhur Watubun. (FOTO : Gesuri.id)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, meminta diraihnya penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Pelayanan Pendidikan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dijadikan momentum untuk menghadirkan perbaikan nyata pada layanan pendidikan di Maluku.

Menurut Watubun, prestasi yang diraih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku tersebut tidak boleh berhenti pada seremoni penghargaan semata. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan capaian itu diterjemahkan menjadi perbaikan nyata, terutama bagi sekolah dan peserta didik di wilayah kepulauan.

Watubun juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, jajaran aparatur sipil negara, Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, serta dinas pendidikan di 11 kabupaten/kota yang telah bekerja keras untuk meraih penghargaan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami DPRD Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada Gubernur Maluku bersama seluruh jajaran, terutama Dinas Pendidikan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras bersama, tetapi tugas kita belum selesai,” ujar Watubun saat dihubungi dari Ambon, Sabtu (19/9/2026).

Ia menilai, pembenahan pendidikan harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, pemerataan guru antarwilayah, perbaikan penghasilan, serta kemudahan akses anak-anak menuju fasilitas pendidikan. Perhatian khusus, kata Watubun, perlu diberikan kepada masyarakat di pulau-pulau terluar dan daerah terpencil.

Baca Juga :  Unpatti dan Kedubes Prancis Jajaki Perluasan Kerja Sama Akademik

Selain itu, Watubun meminta agar dana stimulan sebesar Rp2 miliar dari Kemendagri dikelola secara akuntabel, efektif, dan tepat sasaran. Dana tersebut dinilai perlu diprioritaskan bagi wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendidikan dan tenaga guru.

“Kami akan terus mengawal kinerja OPD terkait dalam meningkatkan mutu pendidikan di Maluku. Sekolah-sekolah di daerah terpencil harus menjadi perhatian utama agar tidak terjadi ketimpangan akses, distribusi guru, maupun kualitas pendidikan antara kota dan pelosok,” tegasnya.

Di samping infrastruktur dan kesejahteraan guru, Watubun turut menyoroti perkembangan teknologi digital yang memengaruhi kehidupan peserta didik. Ia mendorong para guru untuk terus meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi guna mendukung proses belajar-mengajar.

“Pendidik tidak boleh gagap teknologi. Materi pembelajaran perlu disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami oleh siswa. Guru juga menjadi benteng utama dalam membimbing anak-anak menggunakan teknologi secara positif,” kata Watubun.

Baca Juga :  Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix

Menutup pernyataannya, Watubun meminta Dinas Pendidikan untuk memberikan perhatian serius terhadap sertifikasi guru dan pemenuhan fasilitas sekolah sesuai standar modern. Melalui langkah-langkah strategis tersebut, penghargaan yang diterima Maluku diharapkan benar-benar berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah ini.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Maluku berhasil meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan Tingkat Provinsi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/9/2026), sekaligus disertai dana stimulan sebesar Rp2 miliar.

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas penghargaan serta dana stimulan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras secara kolektif dari seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat Maluku.

“Sungguh ini satu acara yang dapat merangsang kinerja pemerintah daerah. Kami sendiri di Maluku mendapat penghargaan nomor satu di bidang akses masyarakat untuk pendidikan. Tidak mudah memang untuk mendapat akses pendidikan di daerah kepulauan seperti Maluku,” tegas Hendrik. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Disdik Ambon Gelar Bimtek Evaluasi Rapor, Wali Kota Targetkan Predikat Tuntas Madya
Gandeng 10 Sekolah, Yayasan Rumah Generasi dan SMPN 19 Ambon Perkuat Ekosistem Inklusif
Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni
Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani
Forum Peduli SBB Kirim Satu Truk Bantuan untuk Korban Konflik Patahuwe-Lisabata
Pendekatan Humanis, Kapolres SBB Perkuat Sinergi Bersama Eks Napiter
Kafe Ujung JMP Salurkan 1 Ton Beras untuk Korban Bentrok Taniwel
LSM Muda Berdaya Institut Gelar Pelatihan Aktualisasi Pancasila di SMA 4 SBT

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:52 WIT

Disdik Ambon Gelar Bimtek Evaluasi Rapor, Wali Kota Targetkan Predikat Tuntas Madya

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIT

Gandeng 10 Sekolah, Yayasan Rumah Generasi dan SMPN 19 Ambon Perkuat Ekosistem Inklusif

Kamis, 24 September 2026 - 21:52 WIT

Mandiri Campus Hiring Hadir di Unpatti, Buka Peluang Karier Mahasiswa dan Alumni

Minggu, 20 September 2026 - 13:28 WIT

Apresiasi Kafilah MTQ, Wagub Maluku Komitmen Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

Sabtu, 19 September 2026 - 15:53 WIT

Penghargaan Pendidikan Maluku Jangan Sekadar Seremoni

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT