AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon pada hari kedua Idulfitri 1447 Hijriah.
Pihak Lapas kembali membuka layanan kunjungan keluarga, memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk merayakan hari kemenangan bersama orang-orang tercinta, Minggu (22/3/2026).
Dikutip dari bagian Humas Lapas Ambon, sejak pagi, ruang kunjungan telah dipenuhi wajah-wajah penuh rindu. Tercatat sebanyak 89 warga binaan mendapatkan kesempatan bertatap muka dengan keluarga mereka.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pelukan hangat, senyum bahagia, hingga tetesan air mata haru menjadi pemandangan yang mendominasi, menciptakan atmosfer lebaran yang bermakna meski di tengah keterbatasan.
Pentingnya Dukungan Keluarga
Kepala Lapas Ambon, Hendra Budiman, menekankan bahwa layanan kunjungan ini merupakan bagian krusial dari proses pembinaan.
“Kami ingin warga binaan tetap merasakan arti kebersamaan di hari raya. Kehadiran keluarga bukan sekadar membawa kebahagiaan, tetapi juga menjadi dorongan moral agar mereka tetap berkomitmen memperbaiki diri,” ungkap Hendra.
Salah satu warga binaan berinisial LL mengaku sangat terharu dengan kesempatan ini. Ia menyebut pertemuan tersebut sebagai suntikan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
“Bertemu keluarga di hari kedua Idulfitri membuat saya merasa kembali utuh. Kehadiran mereka memberi kekuatan baru bagi saya untuk menjalani masa pembinaan dengan sungguh-sungguh dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Apresiasi dari Keluarga
Senada dengan itu, NS, salah satu kerabat warga binaan, menyampaikan rasa syukur atas akses kunjungan yang diberikan pihak Lapas.
“Kami sangat bahagia bisa bertemu langsung. Walau singkat, momen ini memberikan semangat besar bagi kami untuk terus mendukung anak kami agar tetap berkelakuan baik hingga tiba waktunya kembali ke rumah,” tuturnya.
Layanan kunjungan hari kedua ini bukan sekadar pertemuan fisik, melainkan simbol kepedulian terhadap sisi psikologis para penghuni lapas. Kehangatan di ruang kunjungan membuktikan bahwa dukungan keluarga tetap menjadi faktor kunci bagi warga binaan dalam menatap masa depan yang lebih cerah. (HT-01)










