AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas elemen untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan kerukunan di Provinsi Maluku.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Forum Koordinasi Keamanan Maluku di Gedung A Polda Maluku, Selasa (22/9/2026). Ia mengapresiasi inisiatif Polda Maluku dalam membentuk forum ini, mengingat rasa aman merupakan wujud nyata kehadiran negara sekaligus prasyarat utama pembangunan.
Menyoroti dinamika konflik antarkampung di sejumlah wilayah, Gubernur menyatakan pemerintah wajib mengerahkan seluruh sumber daya agar konflik dapat dihentikan sebelum meluas. Ia mengingatkan agar upaya pencegahan tidak berhenti pada acara seremonial semata, melainkan harus tertanam dalam nurani masyarakat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, ia mengapresiasi respons cepat TNI dan Polri di lapangan. Namun, penanganan tidak boleh berhenti saat situasi mereda; tahapan pascakonflik harus dikawal dengan penegakan hukum yang tegas, adil, dan tanpa diskriminasi guna memberikan efek jera.
Di era disrupsi informasi dan media sosial, tantangan keamanan kian kompleks, termasuk potensi provokasi digital. Karena itu, Gubernur mengajak kepolisian, TNI, pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat sipil, dan media massa untuk bersama-sama menjaga stabilitas serta mengedukasi publik.
Ia berharap Forum Koordinasi Keamanan Maluku tidak sekadar menjadi wadah formalitas, melainkan mampu menghasilkan langkah konkret.
“Forum ini harus bergerak nyata. Hukum harus menjadi panglima, dan seluruh elemen harus bersama-sama menjaga keamanan serta kerukunan masyarakat Maluku,” tegasnya. (HT-01)








