AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi menutup gelaran Ramadhan Leadership Camp 2026 di Ballroom Grand Avira Hotel, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan strategis ini merupakan kolaborasi antara MPW Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Maluku dan BKPRMI Maluku.
Gubernur memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Ia menekankan bahwa pembentukan karakter dan kapasitas kepemimpinan bagi pelajar serta mahasiswa adalah investasi jangka panjang bagi masa depan Bumi Raja-Raja.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur menilai Leadership Camp bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan wadah strategis untuk mengasah soft skills yang relevan dengan tantangan zaman.
“Melalui forum ini, kita berharap lahir kader-kader yang memiliki wawasan luas dan visi kebangsaan yang kokoh, namun tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman sebagai kompas moral,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan bahwa kepemimpinan adalah proses maraton, bukan sprint. “Pemimpin sejati tidak lahir dalam semalam. Mereka ditempa melalui pengalaman, kedisiplinan, dan komitmen untuk terus belajar. Pelatihan ini adalah langkah awal untuk mengasah kapasitas tersebut,” tambahnya.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta dibekali nilai-nilai dasar seperti kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.
Gubernur berharap pemuda ICMI dan BKPRMI mampu tampil sebagai agen perubahan (agent of change) yang mendorong pembangunan daerah tanpa meninggalkan kearifan lokal Maluku.
Menutup sambutannya, Hendrik Lewerissa berharap seluruh peserta tidak berhenti pada seremoni saja, melainkan mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat di lingkungan pendidikan, organisasi, hingga kehidupan bermasyarakat.
Acara penutupan ini dihadiri oleh jajaran tokoh lintas sektor, di antaranya Ketua MPW ICMI Maluku, Ketua DPW BKPRMI Maluku, Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Sekretaris Daerah Maluku, Perwakilan Forkopimda Provinsi, anggota DPRD Provinsi Maluku, dan perwakilan Pemkot Ambon serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.(HT-01)










