AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Ratusan warga Desa Werhir, Kecamatan Pulau Dullah Selatan, Kota Tual, melakukan aksi blokade jalan utama menggunakan kayu pada Jumat (27/3/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari media sosial Facebook (Meta) dan WhatsApp, aksi ini merupakan bentuk protes dan kekecewaan warga terhadap Pemerintah Kota Tual.
Warga menuntut realisasi bantuan perumahan dari Pemerintah Pusat yang hingga kini belum kunjung diterima.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah aparat kepolisian dikerahkan ke lokasi untuk memastikan aksi berjalan kondusif.
Meski pihak kepolisian telah berupaya melakukan negosiasi agar akses lalu lintas dibuka kembali, warga tetap bersikukuh pada tuntutan mereka.
Hingga pukul 18.25 WIT, blokade jalan masih berlangsung.
“Sampai pukul 18.25 WIT, polisi masih bernegosiasi dengan massa agar membuka akses jalan. Namun, warga hanya akan membuka jalan jika tuntutan mereka dipenuhi oleh pemerintah,” tulis akun Meta @Keluarga Marga Rahayaan.
Senada dengan hal tersebut, warga lainnya melalui akun @Rhaa Aenha Asb mengklarifikasi bahwa aksi ini murni protes terkait birokrasi, bukan bentrokan antarwarga. Fokus tuntutan tertuju pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Tual.
Warga mengeklaim bahwa anggaran bantuan perumahan tersebut sebenarnya sudah dicairkan oleh Pemerintah Pusat, namun belum disalurkan oleh Dinas Perkim kepada masyarakat yang berhak.
“Sudah hampir satu tahun (menunggu). Kami tidak tahu kendalanya di mana hingga kepala dinas dan stafnya belum menyalurkan bantuan tersebut. Selama ini hanya janji, sehingga warga akhirnya hilang kesabaran,” ungkapnya. (HT-01)










