271 Kasus Stunting di Ambon Turun, Pemkot Targetkan 3 Persen Per Tahun

- Penulis

Rabu, 23 September 2026 - 22:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta dalam sambutan pada kegiatan Ceramah Kesehatan di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Rabu (23/9/26).

Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta dalam sambutan pada kegiatan Ceramah Kesehatan di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Rabu (23/9/26).

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Kota Ambon ditetapkan sebagai salah satu daerah berkinerja baik dalam percepatan penurunan stunting di Provinsi Maluku dengan nilai 74,15. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), kasus stunting di Ambon menurun dari 279 kasus atau 1,60 persen pada 2025 menjadi 271 kasus atau 1,58 persen pada 2026.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolaborasi kita bersama dalam penurunan stunting di Kota Ambon. Pemerintah Kota Ambon menargetkan penurunan angka stunting sebesar tiga persen setiap tahun,” ujar Wakil Wali Kota (Wawali) Ambon, Ely Toisutta dalam sambutan pada kegiatan Ceramah Kesehatan di Baileo Slamet Riyadi Korem 151/Binaiya, Rabu (23/9/26).

Ia menekankan bahwa percepatan penurunan stunting tidak hanya berorientasi pada penurunan angka semata, tetapi juga memastikan setiap anak di Kota Ambon dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

“Karena itu, pencegahan harus dilakukan sedini mungkin. Perhatian terhadap kesehatan dan pemenuhan gizi anak harus dimulai sejak masa kehamilan, dilanjutkan pada masa bayi, dan terus diperkuat pada periode pertumbuhan berikutnya,” kata Toisutta.

Menurutnya, materi ceramah kesehatan yang membahas pemberian makan bayi dan anak serta pemahaman kurva tumbuh kembang dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sangat relevan.

Buku tersebut tidak hanya digunakan saat orang tua datang ke Posyandu atau fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk memantau kesehatan dan pertumbuhan anak secara berkala.

Selain itu, Toisutta mengingatkan bahwa persoalan gizi anak tidak selalu berkaitan dengan ketersediaan makanan. Pengetahuan, kebiasaan, pola asuh, pemilihan bahan pangan, cara pengolahan, frekuensi pemberian makanan, hingga pemahaman keluarga mengenai kebutuhan gizi sesuai tahapan usia turut memengaruhi kondisi gizi anak.

Baca Juga :  The Art of Public Speaking: Tips and Techniques for Delivering a Powerful Presentation

“Persoalan gizi bukan semata-mata karena tidak tersedianya makanan, tetapi juga berkaitan dengan pengetahuan, pola asuh, pemilihan bahan pangan, cara pengolahan, serta pemahaman kebutuhan gizi sesuai usia anak,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kader Posyandu, kelompok perempuan, dan organisasi kemasyarakatan dalam memberikan edukasi kepada keluarga.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa makanan yang bergizi tidak selalu harus mahal. Dengan memanfaatkan pangan yang tersedia di sekitar kita, keluarga dapat menyiapkan makanan yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan anak, dengan tetap memperhatikan kualitas, kebersihan, keamanan, dan kecukupan gizinya,” jelas Toisutta. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD Haulussy Berbenah, Wagub Maluku Minta Warga Tetap Percaya
Pemkot Ambon Atasi Stunting Lewat Program PMT
Bangun RSUD, Pemkot Ambon Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Warga Miskin
Pemprov Maluku Perkuat Komitmen Imunisasi hingga Wilayah Terpencil
Pemkot Ambon Perkuat Sinergi Lintas Sektor demi Kejar Target Imunisasi Anak
Sanksi Berat Menanti RS di Maluku yang Berani Tolak Pasien BPJS
Sekda Maluku Dorong Percepatan Sertifikat Higiene Sanitasi Guna Dukung Operasional SPPG
PDGI Maluku Diharapkan Perkuat Layanan Kesehatan Gigi hingga Pelosok

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 22:46 WIT

271 Kasus Stunting di Ambon Turun, Pemkot Targetkan 3 Persen Per Tahun

Kamis, 10 September 2026 - 18:18 WIT

RSUD Haulussy Berbenah, Wagub Maluku Minta Warga Tetap Percaya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:48 WIT

Pemkot Ambon Atasi Stunting Lewat Program PMT

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:37 WIT

Bangun RSUD, Pemkot Ambon Prioritaskan Pelayanan Kesehatan Warga Miskin

Senin, 11 Mei 2026 - 10:16 WIT

Pemprov Maluku Perkuat Komitmen Imunisasi hingga Wilayah Terpencil

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT