AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka sampul naskah Ujian Sekolah tingkat SMA/Sederajat di SMA Negeri 2 Ambon, Senin (13/4). Seremoni ini menandai dimulainya pelaksanaan ujian serentak bagi seluruh siswa kelas XII di Provinsi Maluku.
Selain Gubernur, seremoni pembukaan sampul di lokasi berbeda juga dilakukan oleh Wakil Gubernur Abdullah Vanath di SMA Negeri 11 Ambon, serta Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, di SMA Negeri 5 Tulehu, Maluku Tengah.
Hadir mendampingi Gubernur di SMA Negeri 2 Ambon antara lain Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, jajaran kepala sekolah, dewan guru, serta panitia pelaksana ujian.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa ujian sekolah bukan sekadar rutinitas akhir tahun ajaran.
Ia menyebut momentum ini sebagai gerbang krusial yang menentukan langkah siswa menuju jenjang pendidikan tinggi maupun dunia kerja.
“Ujian sekolah adalah instrumen utama penentu kelulusan setelah siswa menempuh pendidikan selama tiga tahun. Ini merupakan bentuk akuntabilitas publik sekolah dalam memastikan peserta didik telah memenuhi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) yang ditetapkan,” ujar Gubernur.

Gubernur menambahkan bahwa hasil ujian ini menjadi cerminan bagi Pemerintah Provinsi Maluku untuk memetakan mutu pendidikan daerah.
Pemerintah berkomitmen terus mendorong pemerataan kualitas agar siswa di wilayah perkotaan maupun pelosok mendapatkan standar pendidikan yang setara.
Gubernur menaruh perhatian besar pada aspek integritas. Meski mengejar nilai akademik yang tinggi itu penting, ia mengingatkan bahwa kejujuran adalah hal yang utama.
Siswa diminta menjauhkan diri dari segala bentuk kecurangan selama ujian berlangsung.
“Pemimpin Maluku di masa depan adalah mereka yang memiliki karakter kuat dan integritas tinggi. Oleh karena itu, jagalah kejujuran dalam setiap proses yang dijalani,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa nilai ujian sekolah memiliki peran administratif yang sangat strategis, mulai dari pendaftaran perguruan tinggi jalur SNBP, SNBT, maupun Mandir, seleksi masuk TNI/Polri dan Sekolah Kedinasan hingga
syarat administratif memasuki dunia kerja.
Dalam konteks global, ujian ini juga menjadi tolok ukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan capaian Program for International Student Assessment (PISA) serta rapor pendidikan daerah.
Menutup arahannya, Gubernur berpesan kepada para guru dan pengawas agar menjalankan tugas secara profesional guna menciptakan suasana ujian yang tertib, aman, dan kondusif. (HT-01)










