AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, memberikan penekanan keras terkait pentingnya disiplin, integritas, dan profesionalisme kepada seluruh personel.
Hal ini disampaikan saat memimpin apel pagi gabungan di Lapangan Letkol Pol. Chr Tahapary, Tantui, Ambon, Senin (13/4/2026).
Apel tersebut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) dan perwira menengah Polda Maluku sebagai bagian dari konsolidasi internal untuk memperkuat pelaksanaan tugas serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Wakapolda menegaskan agar seluruh anggota menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik Polri, terutama di tengah meningkatnya pengawasan masyarakat.
“Saat ini, setiap tindakan anggota menjadi sorotan publik. Saya minta tidak ada lagi pelanggaran sekecil apa pun yang merusak nama baik institusi. Kita wajib menjaga kepercayaan masyarakat,” tegas Brigjen Pol. Imam Thobroni.
Ia juga mengingatkan personel untuk menjalankan tugas secara profesional sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi), serta senantiasa menjaga etika berperilaku saat bertugas di lapangan.
Selain masalah disiplin, Wakapolda menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Maluku.
Wakapolda menginstruksikan seluruh jajaran untuk aktif memonitor perkembangan situasi dan melakukan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan.
Hal ini termasuk pengawasan terhadap paham-paham yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita harus terus memonitor situasi dan melakukan langkah antisipasi secara terukur. Koordinasi dan kesiapsiagaan adalah kunci stabilitas keamanan,” ujarnya.
Transparansi Rekrutmen Polri
Wakapolda juga memberikan perhatian khusus pada proses rekrutmen anggota Polri yang sedang berjalan. Beliau menjamin bahwa proses seleksi dilakukan secara bersih, transparan, dan akuntabel.
“Tidak ada yang bisa menjamin kelulusan peserta selain kemampuan diri mereka sendiri. Semua melalui proses objektif. Saya ingatkan, jangan ada anggota yang mencoba ‘bermain’ dalam rekrutmen. Jika terbukti, akan ditindak tegas karena itu masuk ranah pelanggaran pidana,” tegasnya.
Brigjen Pol. Imam Thobroni mengingatkan personel untuk bijak dalam bersikap, terutama di era digital.
Menurutnya, setiap tindakan anggota saat ini sangat mudah tersebar luas dan berdampak instan terhadap citra Polri.
“Jaga diri, jaga sikap, dan jaga nama baik Polri. Apa pun yang kita lakukan akan selalu dilihat dan dinilai oleh masyarakat,” pungkasnya. (HT-01)










