AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menggelar Rapat Senat Luar Biasa dalam rangka wisuda sarjana, magister, dan doktor periode April 2026.
Momentum ini terasa istimewa karena bertepatan dengan perayaan Dies Natalis ke-63 Unpatti yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath, Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun, jajaran Forkopimda, serta civitas akademika Unpatti.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Para wisudawan kali ini berasal dari Kampus Utama di Kota Ambon serta Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya (MBD).
Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Unpatti dalam memeratakan akses pendidikan tinggi hingga ke wilayah kepulauan.
Dalam rapat senat yang dipimpin oleh Prof. Dr. Tony Pariela, Unpatti mengukuhkan total 1.298 lulusan, dengan rincian program Sarjana (S1) 845 orang yang terdiri dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 211, Ekonomi dan Bisnis 145, Ilmu Sosial dan Politik 88, Hukum 83, Teknik 69, Pertanian 68, Sains dan Teknologi 54, Perikanan da Kelautan 37, dan Kedokteran 25 orang serta program Profesi Guru 302, dan Dokter 71 orang.
Sedangkan lulusan Pascasarjana magister sebanyak 75 dan 5 doktor. Sementara itu, 29 lulusan dari Kepulauan Aru dan 36 lulusan dari MBD.
Rata-rata lama studi lulusan tercatat 3,6 tahun dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mencapai 3,35. Menariknya, terdapat 32 lulusan penerima beasiswa KIP Kuliah yang sebagian besar berhasil meraih predikat cumlaude.
Pesan Integritas dan Relevansi
Rektor Unpatti, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menekankan bahwa gelar akademik hanyalah langkah awal menuju realitas masyarakat yang sesungguhnya. Ia menegaskan agar lulusan tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual.
“Ilmu saja tidak cukup. Lulusan harus memiliki integritas, mampu berinovasi, beradaptasi, serta bertanggung jawab. Jangan lupakan restu orang tua sebagai penuntun langkah Anda,” pesannya.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan visi Unpatti melalui konsep Bina Mulia Kelautan sebagai pola ilmiah pokok kampus. Menurutnya, Unpatti harus menjadi institusi yang relevan dengan kondisi geografis Maluku.
“Universitas Pattimura tidak boleh menjadi institusi generik. Kita harus berakar pada realitas kepulauan dan memberikan solusi nyata bagi bangsa maritim,” tegas Prof. Fredy.
Senada dengan itu, Ketua Senat Prof. Tony Pariela mengingatkan para lulusan untuk tetap rendah hati dan fokus pada pengembangan diri.
“Jangan memaksakan diri menjadi serba bisa. Tekuni satu bidang yang membuatmu bahagia, dan jadilah hebat di sana,” ujarnya. (HT-01)








