AMBON, HEADLINETIMUR.COM –
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat konektivitas di wilayah Indonesia Timur selama musim mudik Lebaran 2026.
Sebagai penghubung utama antar pulau, ASDP memastikan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa lonjakan penumpang di Wilayah Timur diantisipasi dengan strategi operasional yang adaptif dan terintegrasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu langkah kuncinya adalah penerapan operasional pelabuhan 24 jam di sejumlah lintasan strategis.
“Kami memastikan kapasitas memadai dan layanan tetap responsif terhadap dinamika lapangan. Operasional 24 jam terbukti efektif meminimalisir antrean dan memberi fleksibilitas waktu bagi pemudik,” ujar Heru melalui rilis resminya, Rabu (25/3/2026).
Data ASDP Cabang Ambon mencatat pergerakan signifikan di Lintasan Hunimua–Waipirit. Sejak H-10 hingga H+2 Lebaran, tercatat lebih dari 102 ribu penumpang dan sekitar 25.000 unit kendaraan telah dilayani.
Kelancaran arus ini didukung oleh operasional KMP Terubuk dan KMP Rokatenda.
Untuk menjaga ritme penyeberangan, layanan penuh 24 jam diberlakukan pada puncak arus mudik tanggal 17–18 Maret, dan dipersiapkan kembali untuk arus balik pada 28–29 Maret 2026.
Strategi Arus Balik di Baubau dan Ternate
Optimalisasi serupa dilakukan di
Lintasan Tampo–Torobulu dengan melayani 2.987 penumpang dan 8.075 kendaraan sejak H-7 hingga H+2 dengan dukungan KMP Nuku, KMP Teluk Cendrawasih II, dan KMP Pulau Rubian.
Sedangkan di Lintasan Labuan–Amolengo, ASDP menarik bantuan armada KMP Bahteramas II untuk memperkuat lintasan komersial ini hingga H+5 Lebaran guna mengantisipasi ledakan arus balik.
General Manager ASDP Cabang Baubau, Sullivan Ramadhana Miraza, menjelaskan bahwa pengalihan armada ini adalah langkah taktis.
“Kami memproyeksikan lonjakan pada arus balik, sehingga KMP Bahteramas II tetap disiagakan di Labuan-Amolengo sebelum kembali ke lintasan perintis,” jelasnya.
Sementara itu, di Ternate, frekuensi layanan Lintasan Bastiong–Rum ditingkatkan menjadi empat trip per hari. Pada Lintasan Bastiong–Sofifi, frekuensi bahkan ditambah hingga 60 persem melayani 1.747 penumpang dan 823 unit kendaraan selama periode mudik.
Melalui operasional 24 jam dan penambahan frekuensi perjalanan, ASDP menegaskan kehadirannya dalam menjaga integrasi wilayah. Langkah ini bukan sekadar strategi teknis, melainkan upaya menghadirkan pengalaman mudik yang lebih pasti, aman, dan manusiawi bagi masyarakat di Indonesia Timur. (HT-01)










