AMBON, HEADLINETIMUR.COM –
Gabungan Organisasi Kepemudaan (OKP) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polsek Kairatu pada Senin (2/3/2026) siang.
Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas rencana pemindahan lokasi Proyek Strategis Nasionak (PSN) Maluku Integrated Port (MIP) dari kawasan Waesarissa (SBB) ke Pulau Ambon.
Informasi yang dihimpun media ini,
massa yang terdiri dari kader GMNI, HIMA AP, PMII, Unidjar, dan IMM ini memulai aksi dari titik kumpul Kampus Unidjar, Desa Waimital.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan membawa atribut organisasi dan pamflet bertuliskan “Rebut Kembali MIP”, massa melakukan orasi pertama di pertigaan Desa Waipirit sebelum bergerak menuju Kantor DPRD SBB.
Terdapat lima tuntutan utama yang disampaikan oleh para demonstran, antara lain mendesak Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, untuk bersikap terbuka terkait hasil perjalanan dinas ke Osaka, Jepang, dalam rangka kerja sama tambang dan pelabuhan.
Meminta transparansi dana survei dan hasil studi kelayakan proyek MIP. Kemudian, menuntut agar lokasi MIP dikembalikan ke kawasan Waesarissa, Kabupaten SBB.
“Meminta DPRD SBB memperjuangkan aspirasi masyarakat agar pembangunan di Maluku merata dan tidak sentralistik,”teriak salah satu orator.
Setibanya di Kantor DPRD, perwakilan massa yang dipimpin oleh Ozy Tubaka (GMNI), Sidik Larantuka (PMII), dan Paisal Iwan Tuhuteru (IMM) diterima untuk berdialog.
Pihak DPRD SBB menyatakan akan segera meneruskan tuntutan tersebut ke pimpinan untuk dibahas dalam rapat internal.
Anggota dewan juga berjanji akan meminta klarifikasi kepada pihak eksekutif, termasuk Bupati Asri Arman
terkait anggaran perjalanan dinas ke Jepang serta kepastian status proyek MIP yang menurut informasi saat ini masih dalam tahap pengusulan.
Aksi yang dikoordinatori oleh Ayu Tebiary, Zulkarnain Wailissa, dan Alwi Abdulah Lussy ini mendapat pengamanan ketat dari personel Polres SBB dan Polsek Kairatu.
Kapolres Seram Bagian Barat, AKBP Andi Zulkifli, memimpin langsung jalannya pengamanan di lapangan. Hingga massa membubarkan diri pada sore hari, situasi di lokasi dilaporkan tetap aman dan kondusif. (HT-01)










