AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, berkomitmen mempercepat pembangunan ruas jalan Rumberu-Manusa di Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Proyek ini rencananya akan didorong melalui skema pendanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan Lewerissa usai meninjau langsung kondisi infrastruktur di wilayah Rumberu pada Sabtu (22/3/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur merasakan sendiri sulitnya akses transportasi yang selama ini menjadi keluhan utama warga.
Perjalanan menuju kawasan tersebut dilalui rombongan dengan penuh perjuangan.
Akses darat dari Waimital menuju Rumberu didominasi jalan tanah berlumpur, berbatu, serta tanjakan terjal dengan jurang di sisi jalan.
Beberapa kali kendaraan rombongan harus berhenti untuk memastikan jalur aman dilewati.
“Ini bukan lagi sekadar laporan di atas meja. Saya sudah melihat dan merasakan langsung. Jalan Rumberu–Manusa harus segera dibangun, dan kita akan dorong melalui dana Inpres,” tegas Lewerissa dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat setempat.
Lewerissa menjelaskan bahwa keterbatasan akses selama puluhan tahun telah melumpuhkan mobilitas warga, baik di sektor ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.
Mengingat status ruas jalan tersebut berada di bawah kewenangan kabupaten, ia memilih dana Inpres sebagai solusi strategis untuk mengatasi kendala anggaran dan birokrasi.
“Kalau hanya menunggu mekanisme biasa, masalah ini akan terus berlarut. Kita butuh terobosan, dan skema Inpres adalah solusi agar pembangunan bisa dipercepat tanpa terhambat status kewenangan jalan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Gubernur telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku untuk segera menyusun dokumen teknis dan memperkuat proposal pengajuan ke pemerintah pusat.
Langkah cepat Gubernur ini mendapat sambutan hangat dari warga. Penjabat Kepala Desa Rumberu, Daud Tenine, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran langsung orang nomor satu di Maluku tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran Bapak Gubernur memberikan harapan baru bagi kami yang selama ini merasa terisolasi. Ini bukan sekadar janji, tapi bukti kepedulian nyata,” ungkap Daud.
Senada dengan Daud, tokoh masyarakat setempat, Gerard Wakano, menyebut momentum ini sebagai titik balik setelah puluhan tahun aspirasi warga seolah terabaikan.
Menurutnya, pembangunan jalan ini bukan hanya soal aspal, tapi soal keselamatan dan nyawa warga yang selama ini bertaruh risiko saat melintas.
Pembangunan jalan Rumberu-Manusa diharapkan dapat membuka keterisolasian wilayah Inamosol sekaligus memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan pedalaman Seram Bagian Barat tersebut. (HT-01)










