AMBON, HEADLINETIMUR. COM – Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi Maluku memastikan adanya peningkatan kuota program mudik gratis bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Maluku dalam konferensi pers di Lobi Lantai 2 Kantor Gubernur Maluku, Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Gubernur yang didampingi Juru Bicara Pemprov Maluku memberikan klarifikasi sekaligus pembaruan data terkait jumlah kuota tiket gratis yang bersumber dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi.
“Saya ingin meluruskan pernyataan sebelumnya yang kurang tepat mengenai jumlah fasilitas kuota tiket mudik gratis. Berdasarkan surat terbaru dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, kuota tahun ini justru mengalami kenaikan signifikan,” ujar Gubernur.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur merinci bahwa dukungan dari Pemerintah Pusat menunjukkan tren positif dibandingkan tahun lalu. Tahun 2025 sebanyak 0.600 tiket, dan naik pada 2026 menjadi 14.000 tiket atau sekitar 40 persen.
Selain kuota yang sudah dipastikan tersebut, Pemprov Maluku juga bergerak proaktif dengan menyurat kembali ke Kementerian Perhubungan untuk meminta tambahan kuota gelombang kedua.
“Kami telah mengajukan permohonan tambahan sekitar 10.000 tiket lagi. Kami berharap Pemerintah Pusat merespons positif sehingga masyarakat Maluku memiliki kesempatan lebih besar untuk pulang kampung melalui gelombang kedua,” ungkapnya.
Komitmen Pemerintah Daerah
Tidak hanya mengandalkan bantuan pusat, Pemprov Maluku juga berkomitmen menyiapkan alokasi tiket gratis tambahan secara mandiri. Langkah ini diambil untuk memastikan mobilitas warga berjalan lancar, aman, dan nyaman tanpa terkendala biaya transportasi.
“Berapa pun tambahan tiket yang disetujui nantinya, akan kami sambut dengan sukacita. Ini adalah bentuk pelayanan kami bersama Kementerian Perhubungan agar saudara-saudara kita bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman,” pungkas Gubernur.
Program mudik gratis ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata dalam meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus mengurai kepadatan arus mudik di wilayah Kepulauan Maluku. (HT-01)










