AMBON, HEADLINETIMUR. COM – Bupati dan Wakil Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Fachri Husni Alkatiri dan M. Miftah Thoha R. Wattimena (Fachri-Vitho), menggelar refleksi satu tahun masa kepemimpinan mereka di Pantai Wailola, Kota Bula, Jumat (20/2/2026).
Acara yang dihadiri ribuan warga tersebut berlangsung khidmat dengan nuansa religi, didukung penampilan artis lokal yang membawakan musik islami.
Dalam kesempatan itu, capaian kinerja pasangan Fachri-Vitho selama setahun terakhir dipaparkan melalui tayangan video dokumenter.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Pemaparan ini ditegaskan bukan sekadar pencitraan, melainkan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat Bumi Ita Wotu Nusa yang telah memberikan mandat kepemimpinan kepada mereka untuk periode 2025–2030.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Fachri secara resmi meluncurkan sejumlah program strategis, di antaranya Kampung Ramadhan, Call Center 112 (Layanan Darurat).
Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan secara simbolis berupa unit mobil ambulans, sertifikat halal untuk UMKM, penghargaan bagi wajib pajak terbaik, hingga pembagian majalah “Potret Dinas Pertanian”.
Menariknya, tersedia sesi Open Mic yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, saran, dan masukan konstruktif langsung kepada pemerintah.
Komitmen Pelayanan Publik
Dalam sambutannya, Bupati Fachri menyatakan bahwa momentum Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi dan memperkuat komitmen pengabdian.
“Satu tahun yang telah kita lalui bukanlah perjalanan yang ringan. Sejak dilantik, kami berkomitmen menghadirkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, responsif, serta berpihak pada kepentingan rakyat,” ungkap Fachri.
Ia memaparkan empat poin utama yang menjadi fokus di tahun pertama. Pada aspek tata Kelola Pemerintahan dilakukan penguatan disiplin aparatur, digitalisasi layanan, dan transparansi keuangan.
Kemudian, perbaikan jalan penghubung antar-kecamatan, akses air bersih, serta sarana pendidikan dan kesehatan di wilayah terpencil. Selanjutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan medis agar pelayanan dirasakan merata.
Ekonomi jerakyatan juga perhatian melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM dengan tetap menjaga kearifan lokal.
Meski telah mencatat sejumlah progres, Fachri secara terbuka mengakui masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah.
“Kami mengajak seluruh elemen—DPRD, aparat keamanan, tokoh agama, adat, pemuda, hingga perempuan—untuk memperkuat persatuan. Mari jadikan tahun pertama ini sebagai fondasi kokoh untuk melangkah lebih jauh dalam empat tahun ke depan,” ajaknya.
Fachri menegaskan bahwa refleksi ini adalah cermin untuk terus berbenah. “Ini bukan ajang untuk berpuas diri, melainkan evaluasi tentang apa yang harus diperbaiki dan disempurnakan demi SBT yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (HT-01)










