AMBON,HEADLINETIMUR.COM Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa rencana pembangunan Maluku Integrated Port (MIP) atau Pelabuhan Maluku Terintegrasi tidak lagi diarahkan ke Waesarisa, Kabupaten Seram Bagian Barat.
Keputusan tersebut didasarkan pada hasil studi kelayakan dan kajian ilmiah dari lembaga pembiayaan proyek. Hasil kajian menyimpulkan bahwa lokasi paling efektif untuk proyek strategis ini berada di Pulau Ambon.
Gubernur menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Maluku sebelumnya memang mengusulkan Waesarisa sebagai kandidat lokasi. Namun, mekanisme pembangunan proyek berskala besar mensyaratkan penilaian teknis independen dari pihak pendana.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil evaluasi menunjukkan Pulau Ambon memiliki kesiapan infrastruktur pendukung yang lebih mumpuni. Hal ini dikarenakan aksesibilitas yang sudah terhubung langsung dengan Pelabuhan Yos Sudarso dan Bandara Pattimura sebagai pintu utama logistik Maluku.
“Perkembangan teknis secara ilmiah ini harus kita ikuti. Kita tidak bisa hanya mengikuti selera pemerintah daerah, apalagi proyek ini tidak menggunakan APBD. Penetapan lokasi harus berbasis data ilmiah dan kajian objektif,” ujar Hendrik di Kantor Gubernur Maluku, usai melantik pejabat eselon II, Jumat (20/2/2026).
Keberadaan dua simpul transportasi utama di Ambon menjadi pertimbangan krusial untuk menekan biaya distribusi dan memotong rantai pasok antarpulau.
Menurut Hendrik, jika MIP dibangun di luar Pulau Ambon, distribusi logistik masih harus melewati jalur laut tambahan sebelum menyentuh pusat aktivitas ekonomi, yang dinilai tidak efisien secara waktu maupun biaya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan ini bukan untuk meminggirkan wilayah lain. Saat ini, penentuan titik koordinat di Pulau Ambon masih mengerucut pada beberapa alternatif, seperti kawasan Waai dan Negeri Liang.
“Kita tunggu saja hasil finalnya. Yang terpenting bagi saya, MIP harus ada di Maluku. Mau di Ambon, Seram, Buru, Aru, Tenggara, atau Banda, tujuannya satu: Maluku memiliki pelabuhan terintegrasi yang menjadi hub logistik Indonesia Timur serta kawasan Pasifik Barat dan Selatan,” pungkasnya. (HT-01)










