AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pengurus Provinsi Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengprov PBVSI) Maluku menatap ajang Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2027 dengan optimisme tinggi.
Ketua Umum PBVSI Maluku, Alimudin Kolatlena, menegaskan komitmen jajaran pengurus baru untuk mendedikasikan waktu dan tenaga demi kebangkitan voli di bumi Raja-Raja.
Seluruh program yang dirancang dipastikan berbasis pada kebutuhan riil di lapangan serta aspirasi masyarakat pencinta voli.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Di tengah banyaknya kesibukan, pikiran saya tidak pernah lepas dari bola voli di Maluku. Kami ingin memberikan apresiasi dan panggung yang layak karena semangat para atlet kita luar biasa,” ujar Alimudin saat membuka Kursus Pelatih dan Wasit Tingkat Daerah di Wisma Gonzalo Karang Panjang, Kota Ambon, Jumat (26/6/2026).
Sebagai bentuk keseriusan menyongsong Pra-PON 2027, PBVSI Maluku tengah mematangkan tiga agenda besar sepanjang tahun ini.
Pertama, kejuaraan kelompok umur demi menjaring bibit atlet muda potensial sejak dini, yang akan dilaksanakan pada September mendatang.
Kedua, gelaran turnamen utama memperebutkan Piala Ketua Umum PBVSI Maluku, yang direncanakan berlangsung Oktober.
Yang ketiga, penyelenggaraan Open Tournament kategori umum yang dirancang untuk memberikan panggung kompetisi bagi para atlet lokal.
Mengembalikan Kejayaan Voli Maluku
Alimudin mengingatkan kembali bahwa Maluku memiliki sejarah panjang dalam melahirkan bintang voli nasional hingga internasional.
Salah satu nama besar yang disebut adalah Loudry Maspaitella, legenda hidup bola voli Indonesia asal Maluku yang dikenal sebagai salah satu setter terbaik Tanah Air dengan torehan empat medali emas SEA Games.
Demi mengembalikan masa keemasan tersebut, Alimudin menegaskan perlunya komitmen total dalam membangun ekosistem voli di Maluku, mulai dari turnamen rutin hingga sistem pembinaan yang bersih.
“Kita harus menjauhkan proses pembinaan dan seleksi dari praktik KKN. Seleksi atlet dan wasit harus benar-benar profesional. Syarat utamanya adalah mencintai bola voli, memiliki bakat, dan memenuhi standar tinggi badan yang ditentukan,” tegas Alimudin kepada wartawan usai pembukaan kegiatan.
Ia menambahkan, bola voli kini telah menjadi olahraga rakyat yang sangat murah dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Oleh karena itu, PBVSI Maluku bersama pengurus di tingkat kabupaten/kota berkomitmen penuh memfasilitasi potensi tersebut.
“Mimpi besar kita adalah kembali berlaga di PON pada tahun-tahun mendatang. Setelah pelatihan wasit dan pelatih ini selesai, fokus kita selanjutnya adalah menggelar berbagai turnamen serta pelatihan intensif bagi para atlet,” pungkasnya. (HT-01)









