AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Ketua Umum Pengurus Provinsi Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Maluku, Alimudin Kolatlena, kembali membuktikan komitmennya dalam memajukan olahraga bola voli di daerah.
Pria yang akrab disapa Bang Ali ini konsisten hadir menyapa dan memberikan dukungan langsung kepada para atlet di berbagai ajang kejuaraan.
Teranyar, Bang Ali hadir menyaksikan partai final sekaligus menyerahkan hadiah pada penutupan Open Turnamen Bola Voli kolaborasi Brigif 27/Nusa Ina dan PBVSI Kabupaten Maluku Tengah, di Masohi, Sabtu (8/8/2026) malam.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan tersebut, ia menitipkan pesan mendalam sekaligus dorongan motivasi bagi seluruh atlet di Maluku agar tak lelah berlatih demi meraih prestasi tertinggi.
“Di lapangan voli, sportivitas kita junjung, prestasi kita ukir, silaturahmi kita eratkan, persatuan dan persahabatan kita rajut, serta cinta kasih kita tabur,” tutur Alimudin.
Dukungan penuh dan kehadiran jajaran pengurus provinsi dalam ajang ini diharapkan mampu membakar semangat para atlet muda Maluku. Harapannya, dari pelosok daerah ini akan terus lahir bibit-bibit berbakat yang siap mengharumkan nama Maluku di kancah nasional.
Sarana Pencarian Talenda Muda
Diketahui, turnamen bergengsi ini resmi dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Provinsi PBVSI Maluku, Alimudin Kolatlena, di Lapangan Voli Duta Nusa Ina, Markas Komando Brigif 27/Nusa Ina, Sabtu (18/7/2026) lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Bang Ali menyampaikan apresiasi tinggi kepada Brigif 27/Nusa Ina yang dinilai konsisten mendorong pembinaan olahraga voli di Maluku.
“Ini merupakan inisiatif yang sangat baik dari Komandan Brigif 27/Nusa Ina. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam menghidupkan kembali gairah bola voli di Maluku,” ujarnya.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra itu menegaskan bahwa lahirnya atlet-atlet berprestasi tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kompetisi yang berkelanjutan dan sistem pembinaan yang konsisten.
Menurutnya, minimnya turnamen dan pembinaan dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan prestasi bola voli Maluku mengalami stagnasi.
Karena itu, kehadiran turnamen ini menjadi langkah strategis untuk membuka ruang kompetisi sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial di wilayah Maluku, khususnya di Maluku Tengah.
“Seorang atlet lahir dari kompetisi. Kalau turnamen jarang digelar dan pembinaan tidak berjalan, maka sulit melahirkan pemain berkualitas kegiatan seperti ini,” katanya.
Alimudin menjelaskan, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet senior, tetapi juga sarana pencarian talenta muda yang nantinya dipersiapkan untuk memperkuat Maluku pada berbagai kejuaraan tingkat nasional.
“Turnamen ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi bagaimana kita membangun mentalitas juara yang menjunjung tinggi fair play. Target besar kami adalah mengembalikan kejayaan bola voli Maluku seperti dua dekade lalu,” tegasnya. (HT-01)









