AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon menggelar Pelatihan Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bagi guru Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah se-Kota Ambon di Hotel Grand Avira, Senin (31/8/2026).
Kegiatan ini merupakan seri kelima dari 25 rangkaian program Ngobrol Pintar Pendidikan Islam (NGOPI), hasil kolaborasi FTIK UIN A.M. Sangadji Ambon bersama Kementerian Agama RI dan Anggota Komisi VIII DPR-RI Dapil Maluku, F. Alimudin Kolatlena. Pelaksanaan sesi kelima ini dipercayakan kepada tim panitia dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika FTIK UIN A.M. Sangadji Ambon.
Pelatihan diikuti oleh 150 guru yang mewakili 25 satuan pendidikan di Kota Ambon. Kegiatan menghadirkan dua narasumber utama dari BAN-PDM Provinsi Maluku, yakni Ketua BAN-PDM Prof. J.E.S. Marantika, M.Pd., dan Anggota BAN-PDM Dr. Anatasija Limba, M.Pd.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi VIII DPR-RI, F. Alimudin Kolatlena, menegaskan pentingnya pelatihan SPMI untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor antara DPR RI, Kementerian Agama, perguruan tinggi, serta para pendidik dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam.
“Peningkatan mutu tidak hanya berpusat pada pemenuhan sarana, kurikulum, dan akreditasi, tetapi juga harus membangun budaya mutu yang berkelanjutan,” ujar Alimudin.
Ia juga menyoroti kesenjangan yang masih terjadi antara madrasah negeri dan swasta, mulai dari aspek sarana prasarana hingga dukungan penyelenggaraan pendidikan.
Mengingat Maluku termasuk kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), Alimudin berkomitmen terus menyuarakan aspirasi daerah agar memperoleh perhatian intensif dari pemerintah pusat.
Pada kesempatan yang sama, Dekan FTIK UIN A.M. Sangadji Ambon, Dr. Nurhasanah, menyampaikan bahwa program ini terselenggara berkat kerja sama FTIK dengan Direktorat PTKI, Direktorat KSKK Madrasah, dan Direktorat GTK Kemenag RI. Ia berharap sinergi ini berlanjut demi memajukan mutu pendidikan madrasah di Maluku.

“Mutu pendidikan tidak boleh berhenti pada orientasi pencapaian akreditasi semata, melainkan harus menjadi budaya hidup dalam pengelolaan lembaga. Satuan pendidikan harus mampu mengoptimalkan sumber daya yang ada demi meningkatkan kualitas layanan belajar,” tutur Nurhasanah.
Melalui pelatihan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teknis terkait SPMI dan akreditasi, tetapi juga diberi ruang untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai persoalan riil yang dihadapi di sekolah masing-masing. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata FTIK UIN Ambon dan para mitra dalam memperkuat budaya mutu pendidikan madrasah di Maluku. (HT-01)











