Saadiah Uluputty Ajak Mahasiswa FTIK UIN Ambon Kritis dan Berani Suarakan Ketimpangan Pendidikan

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 18:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Suasana penuh semangat mewarnai kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Ilmu Keguruan (PBAK) bagi mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Rabu (2/9/2026).

Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, hadir sebagai pemateri utama. Kegiatan di Gedung FTIK Lantai III ini mengusung tema “Membangun Generasi Tarbiyah yang Progresif, Inklusif, dan Berintegritas.”

Kehadiran Saadiah disambut langsung oleh Rektor UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Prof. Abidin Wakano, bersama jimpinan fakultas, dekan, dan para wakil dekan. Penyambutan ini mencerminkan kolaborasi antara sektor pendidikan dan pemangku kebijakan dalam mempersiapkan generasi muda Maluku menghadapi tantangan masa depan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara berlangsung dialogis dan interaktif. Sejumlah mahasiswa baru diberi kesempatan menunjukkan potensi mereka, mulai dari hafalan Al-Qur’an hingga 10 juz hingga pembacaan hadis Nabi Muhammad SAW.

Momen tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Saadiah. Menurutnya, kemampuan akademik harus sejalan dengan penguatan nilai moral dan spiritualitas.

Baca Juga :  Pesan Wagub Maluku ke 29 Dokter Baru Unpatti: Daerah Terpencil Menanti Pengabdian Kalian

“Pendidikan bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan karakter, akhlak, dan integritas. Ilmu yang tinggi wajib berjalan bersama tanggung jawab moral,” tegas Saadiah.

Ia menambahkan, mahasiswa FTIK memiliki posisi strategis karena kelak akan menjadi pendidik yang menentukan karakter generasi penerus.

Menyerap Aspirasi Pendidikan Daerah

Dalam sesi dialog, para mahasiswa memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan persoalan di daerah masing-masing. Mereka mengeluhkan ketimpangan fasilitas sekolah dan krisis tenaga pendidik di sejumlah wilayah pelosok Maluku.

Menanggapi hal itu, Saadiah menegaskan bahwa persoalan pendidikan di daerah tidak boleh dipandang sebatas masalah lokal.

“Anak-anak Maluku di mana pun berada berhak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena jauh dari pusat kota atau kekurangan guru,” ujar Saadiah.

Ia berjanji membawa dan memperjuangkan seluruh aspirasi tersebut melalui fungsi dan kewenangannya di DPR RI.

Diskusi Beasiswa KIP Kuliah

Isu lain yang mengemuka adalah syarat akses program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Salah satu mahasiswa mempertanyakan kejelasan peluang beasiswa bagi anak Pegawai Negeri Sipil (PNS) berpenghasilan rendah yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Baca Juga :  Inpex dan Unpatti Siapkan SDM Lokal Hadapi Proyek Blok Masela

Saadiah memuji keberanian mahasiswa dalam mempertanyakan realitas tersebut secara objektif dan argumentatif.

“Kampus harus menjadi ruang tumbuhnya tradisi berpikir kritis. Mahasiswa jangan hanya menjadi pendengar, tetapi harus peka terhadap persoalan sekitar dan aktif mencari solusi,” tuturnya.

Mengakhiri pemaparannya, Saadiah mengingatkan bahwa perguruan tinggi adalah tempat pembentukan manusia secara utuh, bukan sekadar tempat berburu gelar akademik. Ia mengajak mahasiswa memperluas wawasan, mengasah komunikasi, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa mengikis etika.

“Guru memegang peran besar dalam menentukan wajah masa depan. Sejak dari bangku kuliah, calon pendidik harus mulai membangun integritas, kompetensi, dan keteladanan,” pungkasnya.

Kegiatan PBAK ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak akademisi dan legislator untuk terus mengawal perbaikan kualitas pendidikan dan pemenuhan hak-hak mahasiswa di Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan
Menko Pangan Ajak Unpatti Kolaborasi Kelola Potensi Laut Maluku
LPKA Ambon Perkuat Moral Anak Binaan Bersama Kemenag
Bakar Semangat Maba Unidar, Wagub Maluku: Kalian Dididik untuk Ciptakan Lapangan Kerja
Gelar Pelatihan SPMI Bersama FTIK UIN Ambon, Alimudin Kolatlena Dorong Penguatan Mutu Madrasah
Sambut 6.000 Lebih Mahasiswa Baru, Rektor Unpatti Tekankan Kemandirian dan Kerja Keras
Menggali Peradaban Kepulauan Lewat Bedah Buku Prof. Aholiab Watloly di FISIP Unpatti
Sambut 5.846 Mahasiswa Baru, Unpatti Perkuat Komitmen Pendidikan Inklusif

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 22:35 WIT

Gubernur Maluku: Agama Mengajarkan Kedamaian, Persaudaraan Menghadirkan Kekuatan

Jumat, 4 September 2026 - 13:53 WIT

Menko Pangan Ajak Unpatti Kolaborasi Kelola Potensi Laut Maluku

Rabu, 2 September 2026 - 18:03 WIT

Saadiah Uluputty Ajak Mahasiswa FTIK UIN Ambon Kritis dan Berani Suarakan Ketimpangan Pendidikan

Rabu, 2 September 2026 - 14:09 WIT

LPKA Ambon Perkuat Moral Anak Binaan Bersama Kemenag

Selasa, 1 September 2026 - 14:37 WIT

Bakar Semangat Maba Unidar, Wagub Maluku: Kalian Dididik untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT