AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Fenomena alam menyapu kawasan pesisir Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Sejumlah desa dilaporkan terendam banjir rob menyusul peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi kenaikan pasang air laut yang dipicu oleh fenomena Bulan Baru dan Perigee.
Berdasarkan pantauan di lapangan, air laut mulai menggenangi akses jalan hingga halaman rumah warga di Dusun Kidan Desa Kiltai, Kecamatan Seram Timur, dan Desa Sikaru, Kecamatan Pulau Gorom.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ketinggian air bervariasi, mulai dari semata kaki hingga setinggi betis orang dewasa.
Kondisi ini dipicu oleh kombinasi dua fenomena astronomi, yakni Bulan Baru pada 19 Maret 2026, dan Perigee (jarak terdekat Bulan ke Bumi) pada 22 Maret 2026.

“Kedua fenomena ini secara gravitasi meningkatkan ketinggian pasang air laut ke level maksimum,”jelas BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon melalui laporan resmi lembaga tersebut.
Berdasarkan data water level dan prediksi pasang surut, BMKG memetakan wilayah di Maluku yang masuk zona waspada banjir pesisir (rob) selama periode 15–27 Maret 2026, antara lain pesisir Seram Bagian Timur, pesisir Kota Ambon, pesisir Maluku Tengah, pesisir Kepulauan Kei, pesisir Kepulauan Aru, dan pesisir Kepulauan Tanimbar.
BMKG mengingatkan bahwa waktu puncak banjir rob di setiap wilayah dapat berbeda-beda. Namun, secara umum, kondisi ini diprediksi akan mengganggu ritme aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.
“Potensi banjir rob ini berdampak pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di pemukiman pesisir,” tulis laporan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau pembaruan informasi cuaca maritim guna mengantisipasi kenaikan air yang lebih tinggi secara tiba-tiba. (HT-01)










