Perusahaan Asing Diduga Garap Tambang Emas Gunung Botak

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 12:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Transformasi pengelolaan tambang emas Gunung Botak (GB) di Pulau Buru dari ilegal menjadi legal tengah menjadi sorotan.

Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku yang melibatkan 10 koperasi berbasis warga adat pada periode 2025–2026 kini menuai pertanyaan besar seiring munculnya pihak swasta asing di wilayah tersebut.

Upaya legalisasi yang sejatinya bertujuan mengatasi kerusakan lingkungan akibat merkuri, menindak Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, justru dicurigai ditunggangi kepentingan lain.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aktivitas tambang di wilayah Anahoni–Kayeli belakangan ini disorot tajam karena diduga melibatkan PT Wanshui Indo Mining.

Ketua DPD KNPI Maluku, Faisal Syarif Hayoto, mempertanyakan kehadiran perusahaan asing tersebut yang dikabarkan bebas beroperasi di kawasan tambang rakyat.

Baca Juga :  Respons Cepat Keluhan Warga, Polres SBT Perbaiki Jalan Rusak di Bula

“Kami mempertanyakan sikap pemerintah daerah dan kinerja Satgas Pertambangan Provinsi Maluku terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam aktivitas tambang di wilayah Anahoni–Kayeli,” tegas Faisal, Minggu (15/2).

Kejanggalan di Balik 10 Koperasi

Menurut Faisal, terdapat kejanggalan dalam kemunculan 10 koperasi yang diklaim telah mengantongi Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Ia juga menyoroti sosok Helena Ismail yang disebut-sebut berada di balik aktivitas di Gunung Botak.

Faisal menilai, transformasi pengelolaan yang dilakukan Pemprov Maluku tidak berjalan lurus dengan fakta di lapangan. Pelibatan masyarakat adat seolah menjadi tameng bagi masuknya korporasi asing.

“Yang jadi pertanyaan saya, siapa sebenarnya pihak-pihak ini? Mengapa perusahaan asing harus masuk? Apakah mereka masyarakat adat Pulau Buru? Sangat miris jika Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, sampai terkesan ‘masuk angin’ oleh kepentingan oligarki,” cetusnya.

Baca Juga :  Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar

KNPI mendesak Pemprov Maluku untuk tidak bungkam. Masyarakat perlu diberi penjelasan mendalam mengenai dasar hukum dan skema kerja sama antara koperasi dengan pihak swasta.

“Dasar hukumnya dan skema pengelolaannya harus dijelaskan secara transparan. Termasuk mengapa pihak swasta masuk ke wilayah yang seharusnya diprioritaskan bagi ekonomi masyarakat lokal,” lanjut Faisal.

Selain masalah legalitas perusahaan, Faisal juga menyoroti beredarnya video yang menunjukkan masuknya empat unit alat berat (ekskavator) ke kawasan pertambangan. Hal ini dianggap janggal mengingat adanya pos pengamanan di titik masuk.

“Kok bisa ada alat berat masuk padahal ada pos pengamanan? Ini memicu asumsi liar di publik. Apakah ada permainan antara oknum pemerintah dan aparat penegak hukum? Fakta di lapangan menunjukkan hal yang aneh,” pungkasnya. (HT-02)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih
Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”
Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri
Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan
Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air
Terima Kwarda Maluku, Gubernur HL Komit Sukseskan Jamnas dan Dukung Penuh Musda
DPD PKS SBT Lanjutkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Bula
Jamin Keamanan Investasi, Sekda Maluku Tegaskan Lahan Hilirisasi Ubi Kayu Bursel Harus Bebas Sengketa

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52 WIT

Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:11 WIT

Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:25 WIT

Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIT

Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT