AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Maluku bergerak cepat merespons isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Ambon.
Melalui rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral pada Kamis (2/4/2026), diputuskan bahwa distribusi energi ke seluruh SPBU akan dikawal ketat guna memastikan stabilitas pasokan.
Rapat yang berlangsung di Ambon tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, serta didampingi jajaran Polda Maluku dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) dan Direktorat Intelkam.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir perwakilan PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Dinas ESDM, Disperindag, serta para pengelola SPBU se-Kota Ambon.
Bodewin Wattimena menegaskan bahwa fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir bukan disebabkan oleh menipisnya stok, melainkan dipicu oleh kekhawatiran berlebih masyarakat.
“Kondisi ini dipengaruhi oleh disinformasi yang beredar luas di media sosial. Akibatnya terjadi panic buying, padahal ketersediaan BBM di Ambon dalam posisi aman dan normal,” tegas Bodewin.
Namun, ia juga memberikan catatan keras bagi pengelola SPBU. Bodewin menyoroti operasional SPBU yang tidak konsisten, seperti menutup pelayanan di jam sibuk atau kehabisan stok saat antrean masih mengular.
Hal inilah yang dinilai memperburuk persepsi masyarakat terkait kelangkaan.
Menanggapi situasi tersebut, Direktur Pam Obvit Polda Maluku menyatakan akan menyiagakan personel untuk memantau distribusi hingga ke titik akhir.
Seluruh jajaran Polsek diinstruksikan melakukan pengawasan melekat di SPBU wilayah masing-masing.
Kepolisian tidak akan segan menindak secara hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan penimbunan atau menjual BBM di luar ketentuan (praktik pengecer ilegal dalam skala besar).
Penjagaan ini bertujuan mencegah gesekan di lapangan serta menjaga ketertiban masyarakat.
Pihak Pertamina memastikan bahwa ketahanan stok di Terminal BBM (Fuel Terminal) Wayame sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan warga Ambon dan sekitarnya.
“Stok Pertalite dan Pertamax dalam kondisi aman. Pasokan dari kapal pengangkut BBM masuk secara reguler sesuai jadwal, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu membeli secara berlebihan,” ujar perwakilan Pertamina.
Isu kelangkaan BBM di Ambon menjadi bukti nyata bahwa krisis informasi sering kali sama dampaknya dengan krisis pasokan.
Langkah sigap Polda Maluku dan Pemkot Ambon dalam merangkul semua pihak patut diapresiasi sebagai upaya meredam disinformasi.
Namun, pekerjaan rumah sebenarnya adalah memastikan konsistensi pelayanan di level operator (SPBU) agar kepercayaan publik tetap terjaga, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan di mana mobilitas warga cenderung meningkat. (HT-01)










