Bahlil Wajibkan BBM Dicampur Etanol 20 Persen Pada 2028

- Penulis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: JPPN.COM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: JPPN.COM

JAKARTA, HEADLINETIMUR.—Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Foto: Ricardo jpnn.com, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bakal mewajibkan kandungan etanol sebesar 20 persen pada bahan bakar minyak (BBM) atau E20 pada 2028.

Bahlil menjelaskan kewajiban BBM etanol 20 persen itu untuk mengurangi ketergantungan impor bensin di dalam negeri. “Kami akan mendorong yang namanya etanol, E20 pada 2028,” ujar Bahlil dikutip Sabtu (14/2).

Bahlil mencatat Indonesia memproduksi bensin sekitar 14,27 juta kiloliter pada 2025, sedangkan kebutuhan bensin Indonesia mencapai 37,3 juta kiloliter.  Menurut dia, kesenjangan tersebut menyebabkan impor bensin sekitar 23,03 juta kiloliter.

“Ke depannya kebutuhan bensin Indonesia akan terus meningkat hingga menyentuh 40 juta kiloliter,” ungkap dia.

Kemudian, produksi Indonesia diproyeksikan masih berada di kisaran 14 juta kiloliter. Bahlil menilai opsi mewajibkan campuran etanol di dalam bensin juga untuk mewujudkan swasembada energi, yakni mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.

“Semua desain besar ini kami akan dorong, terakhir nanti tinggal impor tingkat crude-nya saja,” ujar Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah sedang merancang peta jalan penerapan bioetanol.  Bahlil mengatakan akan memberi insentif bagi perusahaan yang membangun pabrik etanol di Indonesia guna mendukung rencana mandatori bioetanol.

Baca Juga :  Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik Per 1 April

Wakil Menteri (Wamen) Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu menyampaikan perusahaan otomotif dunia asal Jepang, Toyota, mengambil peluang investasi dengan memenuhi kebutuhan bioetanol Indonesia, mengingat kebijakan mandatori pencampuran 10 persen (E10) ke BBM segera diterapkan.

Kemudian, pada awal Februari 2026, PT Pertamina dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) pada tahun ini membangun pabrik bioetanol berkapasitas produksi 30 ribu kiloliter per tahun di kawasan Pabrik Gula Glenmore Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.(ANT/JPNN)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Blok Masela Dipercepat, Konstruksi Dimulai pada 2027
ISPIKANI Dorong Hilirisasi Perikanan demi Ketahanan Pangan Nasional
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Maluku Jadi yang Pertama Didata BPS
Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku
Pelaku Usaha Lokal Maluku Harus Diprioritaskan Masuk Rantai Pasok Blok Masela
Siasati Ketergantungan APBN, Wagub Maluku Dorong Optimalisasi Sektor Pertanian dan Kelautan
Tak Lama Lagi, Tambang Gunung Botak Dikelola secara Legal
Ekonomi Digital Ambon Didorong Masuk Peta Data Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:15 WIT

Proyek Blok Masela Dipercepat, Konstruksi Dimulai pada 2027

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:33 WIT

ISPIKANI Dorong Hilirisasi Perikanan demi Ketahanan Pangan Nasional

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:16 WIT

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Gubernur Maluku Jadi yang Pertama Didata BPS

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:18 WIT

Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:59 WIT

Pelaku Usaha Lokal Maluku Harus Diprioritaskan Masuk Rantai Pasok Blok Masela

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakan

Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026

Senin, 29 Jun 2026 - 21:24 WIT

Opini

Hari Raya itu Bernama Piala Dunia

Senin, 29 Jun 2026 - 21:03 WIT