Hanyut Hingga Raja Ampat, Nelayan Maluku Tengah Ditemukan Selamat

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 06:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Roni Fatubun, seorang nelayan asal Dusun Administrasi Parigi, Desa Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat dinyatakan hilang di laut.

Roni berhasil dievakuasi oleh warga di sekitar perairan Desa Yelu, Pulau Misool, Raja Ampat, Papua Barat Daya pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIT.

Saat ditemukan, kondisi Roni tampak lemas di atas longboat miliknya. Warga kemudian membawa korban ke Pos Patroli Laut TNI AL Pulau Misool untuk mendapatkan perawatan medis.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan sebenarnya baru saja memulai penyisiran sejak pukul 07.00 WIT menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Baca Juga :  Kunjungi Lokasi Kebakaran Batu Merah, Gubernur Maluku Salurkan Bantuan

“Berselang satu jam pencarian, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Kapolsek Wahai bahwa korban telah ditemukan selamat di perairan Pulau Misool dan sedang ditangani di Pos TNI AL setempat,” ujar Arafah.

Setelah menerima kabar tersebut, Tim SAR segera berkoordinasi dengan pihak keluarga yang kebetulan juga sedang melakukan pencarian mandiri di sekitar wilayah tersebut.

“Alhamdulillah, pihak keluarga sudah tiba di Pos TNI AL untuk menjemput korban. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, korban bersama keluarganya tiba kembali di Dusun Parigi dengan selamat pada pukul 17.00 WIT,” tambahnya.

Baca Juga :  Pabrik PT Cahaya Bintang Manise di Suli Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Operasi SAR melibatkan, Basarnas, Polairud, TNI AL, dan masyarakat setempat dengan peralaan utama
RIB USS Bula dan longboat milik warga.

Kondisi cuaca dilaporkan berawan, angin utara ke timur laut (19 knot), tinggi gelombang 0,5 meter.

“Dengan ditemukannya korban, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih,” pungkas Arafah. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mati Mesin di Laut, 3 Warga Kepulauan Aru Berhasil Diselamatkan
Kebakaran di Batu Merah, Wali Kota Ambon Puji Aksi Heroik Damkar
Kunjungi Lokasi Kebakaran Batu Merah, Gubernur Maluku Salurkan Bantuan
Pabrik PT Cahaya Bintang Manise di Suli Terbakar, Penyebab Belum Diketahui
Sempat Hilang Saat Melaut, Dedi Suneth Ditemukan Meninggal Dunia
KLM Teluk Bara Karam di Tanjung Alang, 8 ABK Diselamatkan Yacht Selandia Baru
Mati Mesin di Perairan Kepulauan Aru, 14 Penumpang Speedboat Dievakuasi Selamat
Hanyut hingga Maluku Utara, Nelayan SBB yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 22:53 WIT

Mati Mesin di Laut, 3 Warga Kepulauan Aru Berhasil Diselamatkan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:52 WIT

Kebakaran di Batu Merah, Wali Kota Ambon Puji Aksi Heroik Damkar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:46 WIT

Kunjungi Lokasi Kebakaran Batu Merah, Gubernur Maluku Salurkan Bantuan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:42 WIT

Pabrik PT Cahaya Bintang Manise di Suli Terbakar, Penyebab Belum Diketahui

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:36 WIT

Sempat Hilang Saat Melaut, Dedi Suneth Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT