AMBON, HEADLINETIMUR.COM—
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., menghadiri puncak kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (Gerak Syariah) Maluku Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Sabtu (7/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku, perwakilan perbankan, pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah, serta para siswa-siswi dari sejumlah sekolah di Kota Ambon.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie menegaskan bahwa pengelolaan keuangan berbasis prinsip syariah memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian, khususnya di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global.
“Kita harus tetap optimis dan bergotong royong dalam menggerakkan ekonomi bangsa, baik melalui sistem konvensional maupun syariah. Prinsip syariah bukan hanya dimiliki oleh masyarakat Islam, tetapi membawa manfaat bagi seluruh masyarakat karena mengedepankan nilai keadilan dan keberlanjutan ekonomi,” ujarnya.
Sadali menambahkan, Pemerintah Provinsi Maluku memberikan apresiasi kepada OJK atas komitmen dalam mendorong percepatan akses keuangan di daerah melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Menurutnya program tersebut menjadi langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif, aman, dan terjangkau.
“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan para pemangku kepentingan, kita terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM di daerah terpencil serta kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa penguatan ekonomi syariah merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan.
“Ekonomi syariah tidak hanya berbicara tentang sistem keuangan, tetapi juga tentang nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan keberkahan dalam aktivitas ekonomi masyarakat,” ungkap Ka.kanwil.
Ia menilai kegiatan Gerak Syariah menjadi momentum penting untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di tengah masyarakat, terutama generasi muda.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi, sekaligus mendorong tumbuhnya usaha-usaha produktif yang berbasis nilai keadilan,” jelasnya.
Ka.kanwil juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah di Maluku.
“Kita berharap sinergi antara pemerintah daerah, OJK, lembaga keuangan, dan masyarakat terus diperkuat agar ekonomi syariah semakin berkembang dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat Maluku,” pungkasnya. (HT-01)










